Meski Tak Dilirik, Cyrus Margono Tetap Ingin Bela Indonesia, Berikut Alasannya!
Cyrus Margono ketika tanda tangan kontrak dengan Panathinaikos B

NOBARTV NEWS – Cyrus Margono saat ini meniti karir di tim Panathinaikos B. Meski memiliki hasrat membela , dan staf pelatih tidak memiliki ketertarikan kepada pemain berdarah – Indonesia itu.

Sebelumnya, Cyrus sempat mendatangi Athena di . Cyrus mengungkapkan keinginan untuk membela . Meski lahir di Amerika Serikat, Cyrus memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Sehingga, hasrat untuk membela Timnas Indonesia sudah kian terpancar dalam dirinya.

Sayang, ia tidak masuk dalam daftar pemain yang diinginkan Shin Tae-Yong. STY saat ini fokus untuk mendatangkan empat dan satu pemain pengganti jika salah satu di antara yang empat menolak untuk dinaturalisasi.

Mereka adalah Sandy Walsh (KV Mechelen), Jordi Amat (KAS Eupen), Shayne Pattynama (Viking FK), dan Emil Audero (Sampdoria).

Nama terakhir belum memberikan keputusan apakah ia akan menerima tawaran PSSI atau tidak. Jika tidak, PSSI akan mengalihkan perhatiannya kepada gelandang milik FC Luzern, .

Cyrus Margono sendiri telah menitipkan salam kepada pengurus PSSI di Jakarta. Dalam salah satu kesempatan, Duta Besar Indonesia untuk Yunani sudah bertatap muka dengan PSSI guna membahas kiper Panathinaikos B itu.

Cyrus sendiri memiliki alasan kuat di balik alasannya ingin membela Timnas Indonesia.

“Saya memilih untuk bisa bermain di timnas Indonesia saat ini karena ayah saya adalah orang Indonesia. Saya juga pernah tumbuh di Indonesia,” jelasnya di salah satu akun youtube, KR TV.

“Saya suka orang-orangnya, budayanya, serta makanannya, dan semuanya,” tambahnya lagi.

Ketika ia (Cyrus) diberondong pertanyaan kenapa ia memilih untuk membela Timnas Indonesia padahal bisa saja ia memilih Timnas Iran yang jauh lebih baik dari sepak bola Tenggara.

“Ibu saya dari Iran, ayah saya dari Indonesia dan saya lahir besar di Amerika. Sama seperti (Baggott) dia dibesarkan di Inggris,”¬†jawab Cyrus.

Cyrus mengaku jika Indonesia terasa lebih dekat dengan dirinya daripada Iran. Ia menganggap Indonesia sebagai rumah kedua baginya.

“Tapi bagi saya, Indonesia sudah seperti rumah kedua, kalau saya ke sana saat musim panas. Kakak saya, dia 8 tahun lebih tua dari saya, dia dibesarkan di Indonesia sekitar lima tahun,” tutup kiper berusia 20 tahun itu.