Timnas Indonesia

Sempat Ingin Balas Dendam, Pelatih Curacao Akhirnya Akui Kekuatan Timnas Indonesia



NOBARTV NEWS – Kekalahan Timnas Curacao di laga pertama atas memantik perhatian sang pelatih Remko Bicentini. Ia pun berhasrat untuk membalas kekalahan tersebut di laga keduanya. Sayang, di laga kedua pun Curacao lagi-lagi menelan kekalahan. Kalah dua kali dari tim asal Asia Tenggara itu membuat sang pelatih mengakui bahwa Timnas Indonesia benar-benar tim kuat.

Sebagaimana diketahui, di pertemuan pertama yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api beberapa hari lalu, Timnas Indonesia menang dengan skor tipis 3-2. Dimas Drajad, Fachruddin Aryanto, dan Marc Anthony Klok masing-masing menyumbang satu gol untuk kemenangan Timnas Indonesia.

Kekalahan tersebut membuat Remko Bicentini kesal. Ia pun berhasrat untuk memberikan penampilan sesungguhnya di laga kedua kontra Indonesia (kemarin malam).

“Tentu kami kecewa dengan hasil ini karena semua pemain mengharapkan kemenangan dan hal itu tidak terjadi,” ujar Remko Bicentini usai laga perdana kemarin.

“Kami melewati perjalanan panjang untuk datang kemari, mulai dari Curacao ke Belanda hinggga kemarin. Kami tidak memiliki banyak waktu untuk latihan, namun itu bukan alasan untuk hasil pertandingan hari ini,” ujarnya menambahkan.

“Tetapi kami percaya diri, tim akan bermain di level kami pada pertandingan kedua,” tutup Remko kala itu.

Namun usai pertandingan kedua semalam – dan timnya lagi-lagi telan kekalahan, Remko Bicentini akhirnya angkat topi untuk Timnas Indonesia. Remko menyanjung Timnas Indonesia dengan sebutan tim pekerja keras dan kuat. Di samping menyanjung Timnas Indonesia, tak luput, ia juga menyanjung performa anak asuhnya.

“Kami menerima kekalahan dari Indonesia. Setiap laga melawan mereka adalah keras dan kuat. Mereka tak pernah menyerah, namun saya mengapresiasi permainan pemain saya,” tegas Remko Bicentini semalam.

Terkait kekalahan kedua kalinya, Remko menyebut alasan baru. Yakni beberapa pemain baru yang belum bisa menyesuaikan diri dengan pemain lamanya. Sehingga menurut Remko Bicentini, mereka belum benar-benar klop.

“Kami memiliki sejumlah pemain baru, bisa dibilang banyak. Maka dari itu permainan kami masih kurang begitu klop, ada banyak kesalahpahaman dari pemain. Apalagi, setelah satu bulan ini, sulit bagi saya dan tim untuk membuat semuanya menyatu,” tutup Bicentini semalam.

Adapun berkat kemenangan dua kali Timnas Indonesia atas sang tamu, skuad Garuda Indonesia kini berada di peringkat 152 dunia setelah mendapatkan tambahan 14,71 poin. Timnas Indonesia menggusur tiga tim sekaligus yakni Timnas Afganistan, Yaman, dan Republik Dominika.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid