Timnas Indonesia

Belajar dari Kasus Timnas Malaysia, Menpora Minta STY Melapor Jika Klub Tolak Lepas Pemainnya ke Timnas Indonesia

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Menpora RI Zainudin Amali mengunjungi sesi latihan di Bali. Dalam sesi latihan yang dilakukan di training ground milik Bali United itu, Amali menyampaikan beberapa hal penting terkait persiapan skuad Garuda sebelum mentas di 2022. Salah satu yang ditekankan olehnya adalah meminta STY untuk melapor jika ada klub yang menolak melepas pemainnya untuk bergabung bersama Timnas Indonesia.

Diketahui, beberapa waktu lalu, PSSI telah mengumumkan 28 pemain guna persiapan jelang Piala AFF 2022. Sejauh ini, seluruh pemain yang benar-benar fit sanggup untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Hanya Elkan Baggott seorang yang masih ditahan oleh klubnya. Kabarnya, Baggott hanya bisa dilepas jika Timnas Indonesia lolos ke semi-final atau final Piala AFF 2022. Namun kabar buruknya, Piala AFF belum jalan, Baggott alami cidera ketika membela The Gills di ajang League Two tadi malam. Bek tengah itu harus ditandu keluar ketika timnya dilibas Salford City 0-3.

Selain Baggott, semua pemain sanggup untuk membela Timnas Indonesia. Namun beberapa di antaranya memang sedang bermain bersama klubnya sehingga telat untuk bergabung dengan rekan-rekannya. Hanya Dimas Drajad yang tidak bergabung dengan alasan cidera. Ia pun telah diganti oleh sosok striker gaek Ilija Spasojevic.

Rata-rata, para pemain Timnas Indonesia sangat antusias ketika dipanggil memperkuat negaranya. Mereka bahkan mengunggah momen-momen latihan tersebut di akun media sosial instagramnya masing-masing. Tak sedikit yang kemudian berkomentar terkait kesempatan (membela Timnas Indonesia) yang diberikannya itu.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan sang rival yang tergabung di grup B Piala AFF 2022 Timnas Malaysia. Dikabarkan, 14 pemain Malaysia yang dipanggil untuk mengikuti TC Timnas Malaysia menolak untuk bergabung. Alasan penolakan tersebut bermacam-macam. Dari alasan keluarga hingga cidera yang dideritanya.

Lucunya, 11 dari 14 pemain tersebut merupakan punggawa klub raksasa Johor Darul Takzim. Mirisnya, sang presiden klub Tunku Ismail membela keputusan yang diambil oleh para punggawa JDT tersebut.

“Pemain tidak menolak (panggilan skuad negara) buta-buta. Mereka sentiasa memberikan komitmen yang tinggi apabila mewakili timnas,” jelasnya.

Di sisi lain, pelatih Malaysia Kim Pan-gon hanya bisa pasrah. Kim curhat bahwa penolakan ini adalah hal pertama kali yang ia jumpai selama berkarir di dunia sepak bola.

“Dalam karier saya ini adalah pertama kalinya,” kata Kim Pan-gon dilansir dari media Malaysia Berita Harian.

“Saya harus positif. Saya dapat melihat lebih banyak pemain yang telah kami gali bakatnya. Dan saya dapat melihat mereka secara langsung, membantu dan meyakinkan mereka,” tutupnya.

Atas dasar itulah, Menpora RI mewanti-wanti sejak saat ini. STY meminta bantuan kepada Menpora agar klub mau melepas pemainnya. Sejauh ini, diketahui hanya pelatih PSM Makassar Bernando Tavares yang nyata-nyata pernah menolak pemainnya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Saat itu, ia menolak Ricky Pratama dan Dzaky Asraf dilepas ke TC Garuda muda di Eropa. Protes terkait pemanggilan pemain pernah juga dilontarkan oleh arsitek Persija Jakarta Thomas Doll.

“Minta bantuannya dari Menpora agar klub tidak protes banyak. Terkait pemanggilan pemain timnas Indonesia dan timnas U-20 Indonesia,” ujar Shin Tae-yong kepada Menpora.

Menpora lalu merespon permintaan STY dengan tegas. Ia meminta sang pelatih untuk melapor jika terdapat klub yang menolak melepas pemainnya ke Timnas Indonesia.

Jadi kalau ada klub yang akhirnya tidak mau (mengirimkan pemain) kasih tahu saya,” tegas Zainudin Amali.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

One Comment