Timnas Indonesia

Terkait Nasib 3 Pemain Keturunan di Timnas U-17, Begini Kata Bima Sakti



NOBARTV NEWS – Bima Sakti akhirnya buka suara terkait nasib tiga pemain keturunan di U-17.

Sebagaimana diketahui, skuad Timnas Indonesia U-17 baru saja merampungkan pemusatan latihan mereka selama kurang lebih satu bulan di Jerman. Dalam pemusatan latihan di Jerman itu, total Arkhan Kaka dkk melakukan tujuh laga uji coba.

Dalam tujuh uji coba tersebut, anak asuh Bima Sakti tersebut meraih dua kemenangan, satu kali bermain imbang, serta empat kali menderita kekalahan. Setelah uji coba tersebut, rencananya, skuad Garuda Asia (julukan Timnas Indonesia U-17) akan kembali menambah dua uji coba lagi sebelum perhelatan akbar 2023 dimulai. Dua uji coba tersebut akan digelar di Indonesia.

Lantas, bagaimana dengan nasib para pemain keturunan yang selama pemusatan latihan di Jerman kemarin ikut tampil?

Ya, selama TC di Jerman kemarin, sebanyak tiga pemain keturunan Indonesia ikut bergabung. Mereka adalah Welber Jardim, Amar Rayhan Brkic, dan Cho Yun Damanik. Ketiga pemain tersebut diminta untuk bergabung dalam pemusatan latihan – bahkan juga ikut serta di beberapa laga uji coba. Namun sayangnya, belum ada keterangan terkait ketiganya apakah mereka akan bergabung dengan skuad Garuda Asia di Piala Dunia U-17 atau tidak.

Terkait Nasib 3 Pemain Keturunan di Timnas U-17, Begini Kata Bima Sakti
Salah satu pemain keturunan di Timnas Indonesia U-17 Amar Rayhan Brkic

Hingga akhirnya, pada hari Rabu kemarin (25/10), pelatih Timnas Indonesia U-17 Bima Sakti angkat suara terkait nasib ketiganya.

“Terkait pemain keturunan, nanti biar PSSI yang mengumumkan. Yang pasti, kami sudah bersyukur,” ujar Bima Sakti.

“Mereka memiliki kualitas yang bagus karena mereka juga bermain di klub-klub besar negaranya masing-masing,” katanya menambahkan.

Sekadar diketahui, di Piala Dunia U-17 2023, skuad Timnas Indonesia U-17 tergabung dalam grup A bersama Timnas Ekuador U-17, Timnas Maroko U-17, dan Timnas Panama U-17. Dari ketiga lawan yang akan dihadapi Arkhan Kaka dkk itu, Ekuador U-17 menjadi tim yang paling kuat. Beberapa kali, Ekuador U-17 menjadi salah satu kontestan di even serupa.

Namun ternyata, meskipun timnya sudah berulangkali tampil di ajang serupa, namun pelatih Ekuador U-17 Diego Martinez tetap waspada pada suporter tuan rumah.

“Mereka (Timnas Indonesia U-17) akan lebih kuat di kandang sendiri. Mereka juga main di kota yang sangat mencintai sepak bola,” kata Diego Martínez.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus. Bekal yang baik bagi anak-anak kami untuk berkembang. Para penggemar di Indonesia adalah penggemar sepak bola,” ucapnya menambahkan.

“Sehingga kami pasti akan memiliki stadion yang penuh,” tutupnya.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid