Timnas Indonesia

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Timnas Indonesia Terancam Kena 3 Efek Berikut, Salah Satunya Ditinggal Sang Pelatih!

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Ratusan jiwa telah melayang di Stadion Kanjuruhan. Presiden hingga PSSI telah telah mengambil sikap. Tak ketinggalan pula FIFA selaku induk sepak bola dunia. Lewat sang presiden Gianni Infantino, FIFA mengucapkan duka yang sangat mendalam.

Presiden sendiri telah mengambil sikap untuk memberhentikan seluruh pertandingan di Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan. PSSI terpaksa mengosongkan tribun tatkala Garuda Asia jumpa Guam di Kualifikasi Piala Asia U-17 malam nanti. Semua itu dilakukan karena desakan dari berbagai pihak untuk menyelidiki tragedi mengerikan itu.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas tragedi tersebut. PSSI juga telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki sebab terjadinya masa kelam terbesar sepanjang sejarah sepak bola di Indonesia itu.

Atas kejadian tersebut, PSSI dan mendapat sorotan dari banyak orang. Pecinta sepak bola Indonesia khawatir jika tragedi tersebut berimbas kepada penampilan Timnas Indonesia. Mereka takut jika Indonesia dibekukan FIFA, maka performa Timnas Indonesia yang tengah menanjak akan terhenti karena sanksi dari FIFA tersebut.

Berikut Tiga Efek yang Kemungkinan Bakal Dirasakan Timnas Indonesia Buntut dari Tragedi Kanjuruhan Tersebut:

1. Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023 Dicabut

Meski event sepak bola terbesar untuk kelompok umur ini masih jauh dari jadwal, namun FIFA bisa saja mencabut hak Indonesia yang sudah dipastikan jauh-jauh hari itu. Faktor keamanan menjadi dasar utama FIFA mencabut kewenangan Indonesia sebagai tuan rumah.

Jika sudah begini, maka Timnas Indonesia pun akan dirugikan lagi. Padahal, event tersebut merupakan ajang yang bakal disaksikan oleh banyak pemandu bakat asal Eropa. Harapan untuk melihat Marselino Ferdinan dkk dilirik oleh para pencari bakat akan sirna begitu saja.

Apa yang sudah dijalankan oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia juga tidak akan berarti apa-apa. Seperti pemusatan latihan di Korea Selatan dan akan melakukan hal serupa di Eropa dalam beberapa waktu dekat.

2. Gagal Mentas di Piala Asia

Sebagaimana diketahui, dua kelompok umur Timnas Indonesia bakal tampil di Piala Asia tahun depan. Skuad Garuda muda akan tampil di Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan sedangkan tim senior akan bermain di Piala Asia 2023.

Perjuangan dua kelompok umur tersebut untuk tampil di event terbesar se-Asia itu juga bukanlah hal yang gampang.

Sempat diremehkan karena tergabung di grup sulit bersama Timnas Kuwait, Yordania, dan Nepal, Marc Klok dkk menepis keraguan tersebut setelah finis sebagai salah satu runner-up terbaik di . Sepanjang babak penyisihan, Timnas Indonesia hanya kalah dari Yordania.

Adapun Timnas U-20, Marselino Ferdinan dkk sukses menjadi juara grup setelah menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan. Secara berturut-turut, skuad Garuda muda menang atas Timor Leste 4-0, Hongkong 5-1, dan terakhir Vietnam 3-2.

3. Ditinggal Sang Pelatih

Semua orang sepakat jika Shin merupakan pelatih yang amat disiplin. Tanpa gimmick, tanpa drama, STY bekerja keras untuk Timnas Indonesia. Namun jika suatu hari nanti Timnas Indonesia mendapat sanksi berupa larangan bermain seperti yang disebutkan dua poin di atas, maka Shin dipastikan akan hengkang dari Indonesia. Apalagi jika melihat kontrak yang tidak akan lama lagi, STY bisa saja pergi dan memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid