Timnas Indonesia

Exco Puji PSSI Era Iriawan: Peringkat Timnas Naik, Tanding di Piala Asia, Ada Rasa Kebanggaan!

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Tak bisa dipungkiri bahwa PSSI era Mochamad Iriawan menjadi yang terbaik dalam beberapa tahun belakangan ini. Di bawah pria yang biasa disapa Iwan Bule itu, peringkat yang sebelumnya di posisi 170-an kini menjadi 150-an. Selain itu, dua kelompok umur Timnas juga melangkah ke Piala Asia 2023.

Agaknya, seluruh elemen sepak bola Indonesia sepakat bahwa saat ini Timnas Indonesia memiliki pelatih hebat sekelas Shin Tae-yong. Shin yang didatangkan pada tahun 2020 lalu mengubah perspektif banyak orang tentang Timnas Indonesia. Sebelumnya, banyak orang yang pesimis tiap kali skuad Garuda berjumpa dengan tim timur tengah. Namun sekarang, dengan penuh keyakinan, kita masih bisa menggantung harapan kepada mereka (skuad Garuda).

Tidak ada yang menduga jikalau Timnas Indonesia mampu finis di posisi kedua pada beberapa waktu lalu. Bermain di Kuwait dalam babak grup A, Garuda muda mengejutkan banyak orang setelah menang atas tim tuan rumah.

Garuda Indonesia juga sempat membuat lini depan Yordania (segrup dengan Timnas Indonesia) frustrasi karena berulang kali gagal masuk ke pertahanan Timnas Indonesia. Di pertandingan pamungkasnya, Indonesia menang telak atas Nepal sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai runner-up terbaik di babak kualifikasi dan melangkah ke putaran final Piala Asia 2023.

Tidak menunggu waktu lama, Shin lagi-lagi bawa Garuda muda melangkah ke Piala Asia U-20 2023. Segrup dengan Vietnam, Hongkong, dan Timor Leste, Garuda muda sapu bersih seluruh laga dengan kemenangan. Marselino Ferdinan dkk pun lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023 yang akan digelar di Uzbekistan.

Dua prestasi membanggakan ini sukses ditorehkan oleh pelatih yang sama dan di bawah kepemimpinan federasi yang sama juga. Tanpa Iriawan, Shin Tae-yong tidak akan pernah ada. Maka bukanlah hal yang berlebih-lebihan jika menyebut PSSI era Iriawan adalah yang terbaik sejauh ini.

Hal itupun diamini oleh salah satu anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani. Dalam keterangannya, Hasani menyebut menonton Timnas Indonesia saat ini memiliki kebanggaan yang berbeda dari biasanya.

“Dengan menjadi pejabat di PSSI, itu semuanya menjadi milik publik, saya mengatakan pada malam itu, di bawah kepengurusan kita, ada prestasi yang tercatat, ada peningkatan misal timnas dari ranking 170 naik ke 150an, ada kebanggaan lah kalau nonton timnas,” ujarnya.

Namun di satu sisi, Hasani tak bisa menampik bahwa di era Iriawan juga, terjadi tragedi mematikan sepanjang sejarah sepak bola Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama “Tragedi Kanjuruhan.”

“Tapi, musibah ini terjadi juga saat kepengurusan kita, kita jua tak ingin, inikan bukan rekayasa, kita tak bia menghindar. Makanya untuk suasana kebih baik, yasudahj buat KLB yang seharusnya habis November kita percepat jadi Maret 2023,” tutupnya.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

3 Comments