BRI Liga 1

Respon Keluhan Netizen, Iwan Bule Minta Komite Wasit Tindak Tegas Wasit Bermasalah di Liga Indonesia

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan akhirnya merespon aduan netizen di akun instagramnya. Kemarin, netizen menggedor akun instagram Iriawan dan melemparkan keluhannya atas ketidakbecusan wasit Liga Indonesia memimpin pertandingan. Dalam pertemuan jelang bergulirnya Liga 2 kemarin, Iriawan buka-bukaan terhadap hal itu.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada lebih dari tiga keputusan wasit yang sangat kontroversial di beberapa laga kemarin. Keputusan kontroversial itu dilakukan di tiga pertandingan berbeda oleh wasit yang berbeda pula.

Pertama ketika sang pengadil (wasit) tak mengesahkan gol Matheus Pato dalam laga Borneo FC kontra PSS Sleman. Dalam tayangan ulang, Pato jelas-jelas berada dalam posisi onside namun wasit berkata lain.

Kedua adalah wasit tidak memberikan hadiah penalti untuk Persebaya Surabaya ketika jumpa Persik Kediri. Dalam tayangan ulang yang ditunjukkan oleh pelatih Persebaya usai laga, tampak jelas kiper Persik melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti beberapa menit sebelum laga usai.

Ketiga adalah menit tambahan yang sangat minim diberikan wasit ketika Persija jumpa PSIS Semarang. Dalam laga itu, Persija kalah 2-0. Bukan itu saja, gol pertama PSIS Semarang jelas-jelas off-side namun disahkan oleh sang pengadil.

Nah, dalam pertemuan antara Ketum PSSI bersama perwakilan pemilik klub Liga 2 kemarin, sang Ketum pun angkat bicara. Iriawan meminta Komite Wasit untuk segera menindaklanjuti laporan yang diterima dari para klub-klub yang merasa dirugikan.

“Tentunya setelah dua bulan berhenti, ada hal-hal yang kurang sempurna kembali. Ini sudah saya perintahkan Komite Wasit untuk segera menindaklanjuti hal-hal yang kontroversial,” kata purnawirawan Polri bintang tiga itu.

Lebih lanjut, Iriawan mengatakan pihaknya akan terus memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam pelaksanaan kompetisi ini (BRI Liga 1 ke bawah). Meski demikian, ia bersyukur karena sepanjang dilanjutkannya kompetisi tersebut tak ada aral melintang.

“Tentu banyak yang menjadi permasalahan dalam berjalannya Liga 1. Insya Allah ke depan terus akan kami perbaiki, dan Alhamdulillah pertandingan masih berjalan lancar sampai hari ini,” ujarnya menambahkan.

Iriawan juga berharap semoga sistem buble BRI Liga 1 musim 2022-2023 ini hanya diterapkan hingga paruh musim. Sehingga di paruh kedua nanti, semua penonton sudah bisa hadir dan Liga Indonesia bermain dengan sistem kandang – tandang.

“Semua klub menyampaikan pelayanan yang diberikan oleh LIB [bagus]. Harapan kami sekali lagi, masalah penonton tentunya. Kita doakan semoga pemerintah segera mengizinkan dengan adanya penonton,” tutupnya.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

2 Comments