Timnas Indonesia

Pelatih Thailand Sebut Timnas Indonesia sebagai Tim Paling Berbahaya dan Ditakuti



NOBARTV NEWS – Kehadiran di 2022 menjadi ancaman bagi tim-tim lainnya. Juara bertahan sekaligus pemilik trofi terbanyak Piala AFF Thailand pun mengakuinya. Pelatih Thailand Mano Polking menyebut Indonesia sebagai tim berbahaya dan ditakuti.

Diketahui, di edisi sebelumnya (Piala AFF 2020), Timnas Indonesia dan Thailand berjumpa di partai final. Partai tersebut juga merupakan partai Piala AFF pertama yang ditangani oleh Shin Tae-yong. Sayang, sang pelatih gagal membawa Timnas Indonesia menjadi juara setelah takluk dengan skor agregat 6-2.

Dan di tahun ini, Timnas Indonesia sudah siap untuk menunjukkan tajinya. Bukan sekadar tampil menakjubkan, namun skuad asuhan Shin Tae-yong juga mengincar trofi pertamanya di even dua tahunan ini. Berkekuatan 23 pemain, STY siap membawa trofi Piala AFF untuk pertama kalinya.

Untuk diketahui, dari 23 nama tersebut, enam di antaranya merupakan pemain abroad. Salah satunya juga merupakan wonderkid muda yang tengah naik daun bersama Timnas di semua kelompok umur. Adalah Marselino Ferdinan, gelandang serang Persebaya Surabaya itu menjadi pemain yang cukup diwaspadai. STY pun kerap memercayakan posisi gelandang serang kepadanya. Di era STY, Marselino sudah memperkuat Timnas Indonesia di banyak kelompok umur. Ia juga telah tampil di beberapa ajang bergengsi seperti SEA Games 2021 di Vietnam, lalu Piala AFF U-19, , dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2023.

Baca Juga:  Indonesia vs Yordania: Skuad Garuda di Ambang Sejarah

Kini, ia kembali dipercaya untuk tampil di Piala AFF 2022 – sekaligus menjadi satu-satunya pemain Garuda muda yang lolos ke tim senior.

Sementara itu, di skuad Thailand, meski kembali mengincar trofi tambahan, namun Mano Polking justru tak membawa beberapa pemain kuncinya. Seperti Chanathip Songkrasin yang notabenenya merupakan pemain terbaik Piala AFF 2020. Pelatih asal Brasil itu juga hanya membawa satu pemain abroad dari 23 nama yang didaftarkan. Satu-satunya pemain abroad tersebut adalah Sanrawat Dechmitr. Sanrawat Dechmitr tercatat bermain di bersama Kedah Darul Aman FC dengan status pinjaman. Meski demikian, Thailand tetap membawa striker gaek nan tajam Teerasil Dangda.

Dengan komposisi pemain yang dibawanya itu, wajar saja jika Mano Polking mewaspadai permainan Indonesia. Bahkan, ia mengaggap Indonesia sebagai tim paling berbahaya di antara pesaing-pesaingnya di grup A. Pesaing lain yang dimaksud adalah Brunei Darussalam, Filipina, dan Kamboja.

Baca Juga:  Begini Penjelasan PSSI soal Kepergian Nathan Tjoe-A-On dari Timnas U23

“Tujuan melawan Brunei jelas kami ingin mendapatkan tiga poin,” kata Mano Polking.

“Adapun Indonesia, itu adalah tim yang paling ditakuti dan berbahaya di grup kami,” ujarnya menambahkan.

“Tujuan kami, kami berbicara dengan para pemain bahwa kami harus melangkah selangkah demi selangkah.”

Saking waspadanya Mano Polking kepada anak asuh Shin Tae-yong itu, ia menargetkan untuk meraih enam poin sebelum keduanya bertemu. Hal itu dilakukannya sebagai persiapan untuk jaga-jaga jikalau di laga melawan Indonesia mereka meraih hasil buruk.

Selain itu, Mano Polking juga waspada terhadap suporter Timnas Indonesia yang katanya bisa menekan psikis anak asuhnya.

“Sekarang kami harus mengumpulkan enam poin dulu di dua pertandiangan pertama sebelum berkunjung ke Indonesia. Bahwa suporter akan memenuhi stadion dan menekan kami, tapi kami melihat pada dua pertandingan pertama kami harus memiliki enam poin,” tutupnya.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

30 Comments