Timnas Indonesia

Wajib Tahu! 4 Alasan PSSI Tak Panggil Semua Pemain Keturunan yang Berkarir di Luar Negeri



NOBARTV NEWS – Indonesia memiliki ratusan pemain keturunan yang berkarir di luar negeri. Beberapa di antaranya beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama . Dan tak sedikit pula yang kecewa karena gagal membela tanah kelahiran leluhurnya. Di antara mereka, adapula yang menolak untuk membela Timnas Indonesia.

Diketahui, dalam kurun beberapa tahun terakhir ini, PSSI bisa dikatakan gencar dalam melakukan naturalisasi pemain. Terbaru, Timnas Indonesia akan mendapatkan 3 pemain senior yang kaya akan pengalaman. Mereka adalah Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.

Di antara ketiga nama tersebut, baru Sandy Walsh dan Jordi Amat yang sudah resmi menjadi WNI. Garis keturunan Indonesia pada dirinya membawa berkah – karena keduanya mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Indonesia. Pengalaman keduanya tak main-main. Sandy Walsh menghabiskan banyak karirnya di kasta tertinggi . Sedangkan Amat, meski saat ini membela klub Malaysia, namun bek tengah Timnas Indonesia itu sudah kenyang dengan pengalaman bermain sepak bola di Eropa – dari , Spanyol, hingga Belgia.

Adapun satu pemain senior yang belum selesai dinaturalisasi adalah Shayne Pattynama. Meski demikian, proses naturalisasi bek sayap Viking FK itu diprediksi sudah rampung sebelum Piala Asia 2023 nanti.

Berlanjut ke tim junior, Ivar Jenner dan Justin Hubner mendapatkan hak istimewa karena keduanya dipastikan akan menjadi WNI. Meski masih berusia muda, namun PSSI mengharapakan banyak hal kepadanya. Keduanya diproyeksikan jadi tulang punggung Timnas Indonesia di tahun depan.

Selain Ivar dan Justin, PSSI juga tengah mengupayakan untuk menaturalisasi empat pemain lainnya demi tampil maksimal sebagai tuan rumah di even akbar tersebut.

Nama-nama di atas merupakan sedikit dari banyaknya pemain keturunan yang ingin membela Timnas Indonesia. Beruntungnya, mereka mendapatkan respon positif dari PSSI dan pemerintah.

Sebelumnya ada nama Jim Croque, Max Christoffel, dan Kai Boham yang ikut TC bersama skuad Garuda muda – hanya saja mereka tidak mendapatkan persetujuan STY untuk dinaturalisasi menjadi WNI. Bisa dikatakan, dari ratusan pemain keturunan, hanya sepersekian persen yang diacc dan diurus oleh PSSI agar menjadi bagian dari Timnas Indonesia.

Usut punya usut, terpilihnya beberapa pemain tersebut (untuk dinaturalisasi) tak lepas dari pengaruh sang pelatih. Dalam hal ini, terpilihnya Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, dan Justin Hubner merupakan keputusan dari Shin Tae-yong sendiri.

Shin memiliki alasan khusus mengapa ia memilih pemain-pemain tersebut. Ada faktor khusus yang membuat pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu memilih nama-nama tadi.

Dalam akun instagram pribadinya, anggota Exco PSSI Hamdan Hamedan menerangkan progres yang ia tangani di PSSI. Jadi, selain mendampingi para pemain naturalisasi, Hamdan juga terlibat dalam pendataan para pemain keturunan di luar negeri.

“Pada dasarnya, para pemain keturunan kini sudah terdata dengan baik dan terus dipantau oleh Coach Shin Tae-yong dan tim kepelatihannya,” ujar Hamdan.

Katanya, saat ini terdapat 180 pesepakbola keturunan yang bermain di luar negeri.

“Atas arahan Ketua Umum PSSI Bapak Mochamad Iriawan, saya sendiri sudah membuat database pemain keturunan yang berisi lebih dari 180 pemain (dan terus bertambah),” lanjut Hamdan.

Lebih lanjut, Hamdan menerangkan 4 alasan mengapa pemain keturunan tidak mendapatkan kesempatan untuk trial atau dinaturalisasi.

“Pertama, pelatih belum/tidak berkenan memanggil pemain tersebut. Kedua, pelatih berkenan, tetapi pemain belum/tidak berkenan dipanggil.”

“Ketiga, pelatih dan pemain berkenan, tapi klub (saat ini) belum berkenan pemainnya dipanggil,” tulisnya.

“Misalnya, karena padatnya jadwal pertandingan, pemain masih cedera, dan lain-lain.”

“Keempat, pemain tidak eligible untuk naturalisasi dan/atau akan terkendala dari segi legal,” tutupnya.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

5 Comments