BRI Liga 1

The Guardian Hingga Marca, Media Internasional Ramai-ramai Soroti Tragedi Kanjuruhan



NOBARTV NEWS – Kematian 154 jiwa dalam tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan banyak pihak. Tragedi tersebut juga diberitakan oleh media internasional seperti The Guardian hingga Marca. Semua orang sadar jika tragedi ini bukan keinginan kita, namun hal yang harus diketahui adalah – sebetulnya kita bisa menimalisir kejadian serupa andaikata usulan serta saran didengarkan oleh stekholder yang bersangkutan.

Sudah bukan rahasia umum jika PT LIB atau Liga Indonesia Bersatu tidak ingin mendengar saran agar pertandingan Liga Indonesia tidak dijalankan terlalu malam. Terlalu riskan dan banyak efek yang bisa ditimbulkan. Korban jiwa pun sudah pernah jatuh karena pertandingan yang kelewat malam. Suporter ingin datang ke stadion untuk menghibur diri – namun sepulangnya harus meninggal karena kelelahan hingga akhirnya memicu kecelakaan.

Selain itu, pihak pelaksana pertandingan juga kadang rakus dengan uang. Tiket dicetak begitu banyaknya – melebihi kapasitas stadion yang seharusnya digunakan. Pada akhirnya, para penikmat sepakbola akhir pekan berdesak-desakan hingga terkadang jatuhnya korban jiwa.

Kini, 154 jiwa melayang. Siapa yang akan menanggung rasa sedih dari keluarga yang ditinggalkan?

154 jiwa bukan angka yang sedikit. Tragedi ini melebihi korban Tragedi Hillsborough yang menjadi masa suram sepak bola Inggris saat itu. 96 suporter Liverpool meninggal dunia di stadion. Namun bedanya, Inggris melakukan langkah demi langkah agar kejadian tersebut tak terulang lagi.

Hanya satu tragedi yang lebih parah dari Kanjuruhan. Adalah tragedi pada tahun 1964 silam. Di stadion Nasional, Lima, Peru, 328 melayang seketika. Cukup 154 jiwa yang melayang. Jangan ada lagi korban atau tragedi lain yang terjadi di kemudian hari.

Media internasional seperti Mirror, The Guardian, US Today, dan lain sebagainya menyoroti kejadian kelam itu.

1. The Guardian

Media asal Inggris, The Guardian menyebut kejadian tersebut bermula dari suporter yang tidak terima timnya mengalami kekalahan – sehingga mereka merangsek masuk ke dalam stadion.

“Perkelahian kabarnya dimulai saat ribuan suporter Arema berhamburan ke lapangan usai timnya kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan, namun beberapa pemain Arema yang masih berada di lapangan juga ikut diserang,” tulis The Guardian.

2. New York Times

Lebih miris lagi, NYT menulis tragedi seperti yang terjadi semalam merupakan hal biasa terjadi di Indonesia.

“Kekerasan sepak bola telah lama menjadi masalah bagi Indonesia. Kekerasan, seringkali persaingan mematikan antara tim-tim besar adalah hal biasa,” tulis media asal Amerika Serikat itu.

“Beberapa tim bahkan memiliki klub penggemar dengan apa yang disebut komandan, yang memimpin pasukan pendukung untuk pertandingan di seluruh Indonesia. Suar sering dilemparkan ke lapangan dan polisi anti huru hara selalu hadir di banyak pertandingan,” tutup NYT.

3. The Daily Star

Tabloid Inggris, The Daily Star juga memberitakan kejadian mengerikan tersebut. Dalam headline berita yang ditulisnya, The Daily Star menekankan bahwa korban berjatuhan tidak hanya dari suporter tapi polisi hingga anak-anak.

“Kerusuhan fans sepakbola menyebabkan 129 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak dan polisi,” tulis Daily Star.

“Lebih dari 100 suporter dan dua polisi meninggal dunia usai kerusuhan yang terjadi setelah derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Indonesia,” tulisnya lagi.

4. Marca

Surat kabar media asal Spanyol Marca menulis sebuah judul dalam berita teranyarnya, “Setidaknya 127 tewas dalam kerusuhan di sebuah pertandingan di Indonesia.”

5. Mirror Now

Media asal India, Mirror Now bahkan membuat tayangan khusus terkait tragedi tersebut.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

One Comment