Timnas Indonesia

Pelatih Arema Kurang Setuju Arkhan Fikri Abroad ke Luar Negeri, Berikut Alasannya!

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Pelatih Arema FC Fernando Valente ternyata kurang setuju jika Arkhan Fikri segera abroad ke luar negeri. Arsitek asal Portugal itu mempunyai alasan khusus mengapa dirinya kurang sreg jika sang pemain berkarier di luar negeri untuk saat ini.

Sebagaimana diketahui, pada 2026 kemarin, Arkhan menjadi salah satu pemain termuda yang mendapat panggilan ke skuad utama . Tidak hanya itu saja, dalam leg kedua melawan Brunei Darussalam, Arkhan Fikri akhirnya menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia senior.

Sebelumnya, gelandang muda milik Arema FC ini hanya bermain untuk kelompok umur saja. Ia merupakan bagian dari skuad Garuda muda yang awalnya direncanakan tampil di 2023 di Indonesia. Arkhan beberapa waktu lalu juga tampil di U-23 2023 di Thailand.

Di even tersebut, dengan usianya yang masih sangat muda (18 tahun), pemain kelahiran 28 Desember 2004 itu keluar sebagai pemain terbaik. Dengan usia yang sangat muda, prestasi tersebut jelas sangat baik untuk dirinya. Tidak cukup sampai di situ saja, Arkhan juga turut memperkuat Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi 2024.

Di even ini, Arkhan dkk sukses memenangkan dua pertandingan sekaligus (vs Turkmenistan U-23 dan China Taipei U-23). Dua kemenangan itu pun membawa Arkhan Fikri dkk mentas untuk pertama kalinya dalam sejarah pelaksanaan Piala Asia U-23.

Oleh karena itu, tak heran jika banyak orang – termasuk netizen berharap kepada sang pemain untuk segera mengikuti langkah Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan. Diketahui, Ronaldo dan Marselino sejak awal tahun 2023 ini resmi menjadi pemain abroad di usia yang sangat muda. Kwateh resmi berseragam klub divisi kedua Bodrumspor sedangkan Marselino di divisi kedua (Challenger Pro League) KMSK Deinze.

Namun ternyata, dukungan demi dukungan yang didapatkan Arkhan tersebut tidak membuat pelatihnya di Arema FC setuju. Adalah Fernando Valente, sang pelatih menilai Arkhan belum saatnya untuk melanjutkan kariernya ke luar negeri. Sang pelatih memiliki alasan khusus mengapa ia mengatakan hal tersebut.

Pelatih Arema Kurang Setuju Arkhan Fikri Abroad ke Luar Negeri, Berikut Alasannya!
Arkhan Fikri di laga debutnya bersama Timnas Indonesia beberapa waktu lalu

Katanya, kebanyakan dari kita membuat ekspektasi yang amat tinggi kepada sosok satu pemain. Namun sayangnya, kebanyakan dari kita juga tidak memikirkan kekuatan mental yang dimiliki oleh pemain yang bersangkutan. Akibatnya, ketika mereka keluar dari zona nyaman (dalam negeri) tanpa kekuatan mental itu, yang terjadi adalah ia tidak mampu bersaing dengan iklim sepakbola luar negeri yang jauh lebih keras.

“Kadang-kadang kita menciptakan ekspektasi berlebihan ke pemain muda. Pada saat keluar dari zona umurnya dan pada saat keluar dari zona nyamannya untuk pindah ke luar negeri, itu perlu kekuatan mental,” kata Fernando Valente.

“Jadi saat masih muda dan tidak mempunyai mentalitas yang kuat untuk bisa bertarung, akhirnya performanya tidak bisa maksimal,” katanya menambahkan.

“Kadang-kadang pada akhirnya dia akan kembali ke negara asalnya karena tidak beradaptasi dengan lingkungan baru. Yang banyak terjadi di Indonesia dan negara lain pada saat mereka menonjol di youth, setelah masuk ke senior performanya hilang.”

“Harus paham bagaimana mengatasi pemain senior yang lebih keras, lebih kuat, lebih pintar, dan pengalaman. Pemain juga harus mempersiapkan diri dengan baik untuk memahami konsep dari pelatih,” katanya memungkasi.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid