Timnas Indonesia

Serba-serbi Kemenangan Indonesia atas Curacao: Permainan Keras Hingga Dituduh Akting Seperti ‘Neymar’



NOBARTV NEWS sukses melangsungkan dua laga FIFA Matchday dengan aman dan lancar. Dua kemenangan yang diraih atas tim dengan peringkat jauh lebih baik membuat kemenangan tersebut terasa lebih menggembirakan. Beberapa hal terangkum dalam pertandingan yang dilangsungkan di dua tempat ini. Apa saja? Berikut ulasannya!

1. Venue Kedua Stadion Pakansari Bogor Mendapat Banyak Penolakan

Dalam menjamu Curacao di FIFA Matchday 2022, PSSI telah menunjuk dua stadion yang akan digunakan untuk melawan tim asal Amerika Selatan itu. Dua stadion tersebut adalah Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan Jakarta Internasional Stadium.

Namun sayang, menjelang pertandingan pertamanya, PSSI mencoret JIS dan menggantinya dengan Stadion Pakansari Bogor. Tak ayal, hal itu membuat netizen murka dan meluapkan kekesalannya buntut dari pergantian tersebut.

Terlebih kita semua tahu bahwa JIS merupakan stadion megah yang bakal menyihir mata jika Timnas Indonesia bertanding di sana. Namun dengan berbagai alasan dan sempat membuat beberapa pihak berseteru, stadion Pakansari tetap dijadikan venue untuk laga kedua Timnas Indonesia Vs Curacao.

2. Pulang ke Indonesia, Asnawi Gagal Tampil di Dua Pertandingan

Bek sayap andalan Shin Tae-yong yang saat ini membela Ansan Greeners ini gagal tampil di dua laga Timnas Indonesia. Faktor kurang fit menjadi alasan Shin tidak mau mengambil resiko dengan memainkannya. Terlebih sebelum pulang ke Indonesia, Asnawi juga tidak tampil bersama klubnya.

Baca Juga:  Begini Kata Pelatih Korea Selatan soal Duel dengan Indonesia di Babak 8 Besar

Alhasil, Asnawi hanya pulang tanpa pernah tampil.

3. Duo Aparat Indonesia Cetak Gol

Di pertandingan kedua melawan Curacao, Timnas Indonesia menang dengan skor tipis 2-1. Menariknya, dua gol tersebut dicetak oleh dua pemain yang berstatus sebagai aparat di Indonesia.

Pertama yakni Dimas Drajad yang berstatus sebagai tentara aktif dan Dendy Sulistyawan yang merupakan anggota Polri.

Dimas bahkan turut mencetak gol di pertandingan awal ketika Timnas Indonesia menang 3-2.

4. Ramadhan Sananta: Disebut Menggila, Namun Tampil Hanya Sementara

Nasib naas diterima oleh pemain muda PSM Makassar Ramadhan Sananta. Sempat disebut bakal tampil impresif, namun sayang penampilan Sananta justru mengecewakan.

Di laga perdana melawan Curacao, Sananta hanya masuk selama 15 menit kemudian diganti oleh pemain lainnya. Padahal, Sananta pernah diprediksi akan tampil menggila berbekal penampilan impresifnya bersama tim berjuluk Juku Eja itu.

Meski turun lagi di pertandingan kedua, Sananta tetap belum mampu menunjukkan penampilan terbaiknya.

5. Kapten Timnas Indonesia Muhammad Ferrari Debut untuk Timnas Senior

Muhammad Ferrari dan Marselino Ferdinan menjadi dua pemain yang disebut bakal menjadi pemain inti di 2023. Penampilan baik dua pemain muda itu membawa mereka tampil bersama Timnas senior. Hanya saja, berbeda halnya dengan Marselino yang sudah lebih dulu mendapatkan caps bersama Timnas senior, Ferrari justru mendapatkan kesempatan bermain di tim senior pada laga terakhir kontra Curacao kemarin.

Baca Juga:  PSSI Kembali Lobi Heerenveen agar Mau Lepas Nathan Tjoe-A-On ke Timnas U23 Lagi

Meski hanya bermain sebagai pemain pengganti, namun pengalaman yang didapatkan oleh bek muda Persija Jakarta itu akan membuatnya tampil lebih percaya diri di laga-laga berikutnya. Tampil hanya sementara, Ferrari sukses tampil cantik dan menjaga gawang Timnas Indonesia dari gol sepanjang ia dimainkan.

6. Laga Berjalan Keras dan Tegang, Pemain Birmingham City Juninho Bacuna Diganjar Kartu Merah!

Laga kedua Timnas Indonesia dengan Curacao berjalan sangat ketat. Beberapa kartu kuning terpaksa dikeluarkan oleh pengadil lapangan. Bahkan, satu pemain Curacao mendapatkan kartu merah yakni Juninho Bacuna.

Permainan keras tersebut juga menjadi pembicaraan hingga sesi konferensi pers berlangsung. Selain ucapan dari Remko Bicentini selaku pelatih Curacao yang mengatakan bahwa beberapa pemain Indonesia mudah jatuh, akun twitter pendukung Curacao @curacaofootball1 bahkan menulis kalimat menohok sebagai bentuk tuduhan kepada pemain Indonesia yang gemar protes dan kerap terjatuh.

52′ Juninho Bacuna is deservedly booked, but it's seeming like the Indonesians have been watching some Neymar compilations before the match.

#idncuw (1-1)

7. Indonesia Melesat Geser 3 Negara di Rangking FIFA

Dua kali kalahkan Curacao, peringkat Timnas Indonesia otomatis menanjak naik di rangking FIFA. Bahkan, saat ini, Indonesia yang sebelumnya berada di peringkat 155 naik ke posisi 152. Skuad asuhan Shin Tae-yong itu menggeser tiga negara lainnya dalam peringkat terbaru FIFA yakni Timnas Afganistan, Yaman, dan Republik Dominika.

Poin yang diperoleh oleh Timnas Indonesia saat ini yaitu 1033,90 poin.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

One Comment