Timnas Indonesia

Singgung PSSI Tak Punya Uang, STY Minta Anak Asuhnya Juara Piala AFF Demi Bangkitkan Sepak Bola Indonesia

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Sesi latihan jelang 2022 sudah dimulai sejak Senin 28 November kemarin. Dalam sesi latihan itu, Shin Tae-yong menjelaskan beberapa hal penting terkait proses pemusatan latihan tersebut. Pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu ingin para anak asuhnya segera beradaptasi dengan rekan-rekannya yang lain.

Diketahui, di sesi latihan Timnas Indonesia saat ini, telah hadir dua pemain naturalisasi yakni Sandy Walsh dan Jordi Amat. Selain dua pemain tersebut, terdapat tiga pemain abroad lainnya yang juga telah mengikuti pemusatan latihan. Mereka adalah Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam Bahar, dan Pratama Arhan.

Adapun tiga pemain abroad lainnya belum bergabung dengan berbagai alasan. Bek tengah Elkan Baggott belum bergabung karena klubnya belum memberikan penjelasan terkait boleh tidaknya sang pemain memperkuat Timnas Indonesia. Sedangkan Egy dan Witan, duo sayap Indonesia yang bermain di Slovakia itu masih memiliki sisa pertandingan sebelum akhir tahun ini. Meskipun demikian, keduanya dipastikan bisa membela Timnas Indonesia dan segera bergabung dalam pemusatan latihan.

Selain meminta para anak asuhnya untuk segera beradaptasi, di sesi latihan itu, STY meminta anak asuhnya untuk jujur padanya. Jujur dalam artian para pemain harus mengungkapkan jika selama menjalani pemusatan latihan ini, terdapat rasa kurang nyaman di antara sesama pemain maupun pelatih. STY berjanji akan membantu semaksimal mungkin.

“Dari hati kalian, tolong bisa maksimal, kalau ada ketidaknyamanan di pemain tolong kasih tahu kepada tim pelatih, apa yang bisa dibantu akan dibantu maksimal,” terang Shin Tae-yong dilansir dari YouTube PSSI.

STY juga menyadari bahwa para pemainnya tengah mengalami masa-masa yang sulit akibat tiadanya kompetisi. Bukan hanya pemain, Shin juga menyebut PSSI sedang benar-benar tidak memiliki uang.

“Di PSSI sekarang tidak ada uang sama sekali pasca Tragedi Kanjuruhan,” ujarnya menambahkan.

“Liga berhenti sponsor tidak ada yang masuk, pemain pasti susah.”

Meski demikian, Shin meminta anak asuhnya tetap tampil spartan di Piala AFF 2022 ini. Dengan menjuarai even dua tahunan itu, Shin berharap hal itu bisa mengobati permasalah sepak bola yang ada dalam negeri, dari Tragedi Kanjuruhan hingga dihentikannya kompetisi.

“Dengan kita juara kali ini kita bisa bangkitkan lagi sepak bola Indonesia.”

“Kita punya kewajiban jadi tidak cuma kumpul TC biasa tapi cuma satu target, itu juara,” tutupnya.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

3 Comments