Timnas Indonesia

Faktor Naturalisasi Timnas Indonesia, Media Thailand Tak Anggap Vietnam sebagai Rival Utama



NOBARTV.CO.ID Naturalisasi bikin Vietnam dipandang sebelah mata, Jumlah pemain naturalisasi di skuad semakin bertambah dari tahun ke tahun. Akibatnya, kehadiran mereka kini sangat diperhitungkan. Bahkan, media asal Thailand kini tak menganggap Vietnam sebagai pesaing utama.

Sebentar lagi, Kementerian Hukum dan HAM RI akan melakukan sumpah WNI kepada dua pemain keturunan yakni Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye. Kedua pemain yang merumput di (Eredivisie) bersama Fortuna Sittard dan SC Heerenveen ini sejatinya sudah melangsungkan proses tersebut sejak beberapa hari yang lalu. Akan tetapi, karena ada sesuatu dan lain hal, maka proses tersebut akhirnya ditunda.

Setelah proses naturalisasi kepada dua pemain ini selesai, akan menyusul lagi pemain dengan posisi penjaga gawang yakni Maarten Paes. Pemain FC Dallas di Major League Soccer ini kemungkinan besar akan debut di FIFA Matchday periode berikutnya.

Bahkan, sebelum diresmikannya Ragnar dan Haye, dalam kurun empat bulan ke belakang, sudah ada tiga pemain keturunan yang bergabung dengan Timnas Indonesia. Mereka adalah Justin Hubner, Jay Idzes, dan Nathan Tjoe-A-On. Ketiga pemain ini pada 2026 Maret 2024 mendapat panggilan untuk memperkuat skuad Garuda. Dua di antaranya kemungkinan akan debut dengan Timnas Indonesia.

Jauh sebelum ini, PSSI sudah melakukan proses naturalisasi kepada lima pemain berbeda. Sebut saja seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, dan Rafael Struick. Ke-lima pemain tersebut sampai saat ini masih menjadi andalan untuk Timnas Indonesia.

Faktor Naturalisasi Timnas Indonesia, Media Thailand Tak Anggap Vietnam sebagai Rival Utama
Aksi Sandy Walsh bersama klubnya KV Mechelen (sumber: IG @sandywalsh)

Oleh karena itu, dengan banyaknya pemain keturunan di skuad Timnas Indonesia, tentu hal itu membuat skuad Garuda berbeda dari beberapa tim lain di Asia Tenggara. Bahkan, kehadiran pemain naturalisasi ini sempat mendapat respons dari pemain Vietnam hingga Federasi Sepakbola Vietnam itu sendiri.

Sementara itu, dari sisi media, sebuah media Thailand menyebut banyaknya pemain naturalisasi membikin mereka tak menganggap Vietnam sebagai rival utama lagi. Ya, tak bisa dipungkiri, untuk beberapa tahun ke belakang, Vietnam dan Thailand adalah dua tim terbaik di Asia Tenggara. Namun kini, seperti yang disebutkan sebelumnya, satu nama sudah tenggelam karena hadirnya pemain baru di skuad Timnas Indonesia.

“Timnas Vietnam sudah kadaluwarsa, saat ini berubah menjadi tim biasa saja, Vietnam secara bertahap menjadi tim yang sangat biasa. Kekuatan sebelumnya dari tim ini sudah benar-benar hilang di bawah asuhan Philippe Troussier,” tulis media Thailand Sportstrem beberapa waktu lalu.

“Sekarang rival utama kami adalah Indonesia dengan para pemain naturalisasinya,” tutup media tersebut.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *