Timnas Indonesia

Pelatih Brunei Serang STY dan Wasit yang Sama-sama Orang Korea: Itu Merusak Pertandingan!



NOBARTV NEWS – Timnas Brunei selalu menjadi lumbung gol bagi tim-tim lain di grup A 2022. Terbaru, skuad berjuluk The Wasps itu dilumat Indonesia 7 gol tanpa balas. Pelatih Brunei sangat menyesalkan kekalahan itu. Namun ia jauh lebih kesal dengan fakta bahwa wasit dalam laga tersebut berasal dari Korea Selatan.

Sebagaimana diketahui, tujuh gol bersarang ke gawang Brunei tadi malam. Tujuh gol itu dilesakan skuad Garuda Indonesia tanpa balas. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Syahrian Abimanyu dan Dendy Sulistyawan di babak pertama. Sedangkan lima gol lainnya dicetak Egy Maulana Vikri, Ilija Spasojevic, Ramadhan Sananta, Marc Klok, dan Yakob Sayuri di babak kedua.

Atas hasil tersebut, Brunei kini menjadi satu-satunya tim di grup A yang tak memiliki satu poin pun. Di laga perdananya, Brunei dihantam Thailand 5 gol tanpa balas. Berlanjut di laga kedua, mereka lagi-lagi digilas Filipina 5-1. Dan terbaru, skuad Garuda Indonesia melengkapi penderitaan mereka dengan kekalahan telak 7-0. Adapun di pertandingan terakhirnya nanti, Brunei akan bertandang ke markas Kamboja di Morodok Techo National Stadium pada Kamis 29 Desember mendatang.

Bagi pelatih Brunei Mario Rivera Campesino, kekalahan atas Indonesia menjadi sesuatu yang paling menyakitkan di antara dua kekalahan lainnya. Mario Rivera mengklaim timnya dirugikan dalam laga yang dihelat di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia itu.

Mario mempertanyakan keputusan sang pengadil – yang salah satunya ketika memberikan kartu kuning kedua bagi salah satu anak asuhnya. Menurutnya, Alinur Rashimy Jufri tak layak untuk diberikan kartu merah ketika menjatuhkan Saddil Ramdani. Ia mengkalim bahwa itu bukanlah sebuah pelanggaran.

Masih menurut Mario Rivera, sejatinya skuad Brunei mampu mengimbangi permainan Indonesia. Hanya saja, karena kartu merah itu, permainan anak asuhnya berubah dengan sangat drastis.

“Sebelum kartu merah, kami bisa bersaing dengan Indonesia dan para pemain mampu menunjukkan level permainan yang bagus. Setelah itu, wasit merusak pertandingan karena itu tidak pelanggaran,” ujar Mario Rivera dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

“Mungkin saat ini dia bahagia. mengeluarkan satu pemain yang membuat 22 lainnya menangis di ruang ganti,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, Mario juga menyoroti asal wasit yang memimpin pertandingan. Diketahui, wasit utama dan salah satu asistennya berasal dari Korea Selatan – yang merupakan negara kelahiran pelatih Shin Tae-yong. Dua wasit yang dimaksud adalah Kim Hee-gon (wasit utama) dan Kang Dong-ho (asisten wasit pertama).

“Pada menit kelima, Anda bisa melihat hakim garis tertawa bersama pelatih Indonesia karena keduanya orang Korea. Ini sukar dipercaya. Mereka tidak menghormasti sepak bola dan para pemain.”

“Mungkin karena mereka sama-sama orang Korea, mereka bisa saling berbicara, namun tidak saling tertawa. Mungkin setelah ini mereka akan bertemu di Restoran Korea dan ditraktir oleh pelatihnya. Buat saya ini sukar dipercaya,” tutup Mario Rivera dengan sedikit kesal.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

16 Comments