Timnas Indonesia

Diminta Mundur oleh Netizen, Ketum PSSI Malah Salahkan Panpel dalam Tragedi Kanjuruhan



NOBARTV NEWS – Desakan untuk mundur sebagai Ketua Umum PSSI akhirnya direspon langsung oleh sang ketua Mochamad Iriawan. Tuntutan dari banyak pihak itu tak lepas dari tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan jiwa melayang dengan sia-sia.

Sebagaimana diketahui, ratusan jiwa melayang akibat berdesakan dan menghirup gas air mata yang ditembakkan aparat usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya. Dalam laga tersebut, tuan rumah Arema FC dikalahkan oleh sang tamu 2-3. Kekalahan tersebut kemudian direspon oleh suporter dengan turun ke lapangan.

Beberapa media menyebut terjadi perusakan fasilitas stadion oleh suporter karena tak menerima hasil pertandingan. Kerusuhan pun tak terhindarkan. Aparat yang berjaga kemudian mengambil langkah dengan menembakkan gas air mata yang sayangnya menjadi muasal terjadinya kondisi chaos di dalam stadion tersebut.

Para suporter berlari menyelamatkan diri. Ribuan orang yang berusaha keluar dari stadion berdesakan hingga saling injak. Karena kekurangan oksigen dan berdesakan, ratusan jiwa meninggal dalam musibah yang dikenal dengan ‘Tragedi Kanjuruhan' itu.

Baca Juga:  Head to Head Indonesia vs Yordania: Siapa Lebih Unggul?

Sebab kejadian mematikan tersebut, tak sedikit yang kemudian menyalahkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan juga PT LIB (Liga Indonesia Bersatu) selaku operator pertandingan.

Namun sayangnya, dari keputusan Komdis (Komisi Disiplin) PSSI, hanya Arema, suporter Arema, Panitia Pelaksana, dan Security Officer yang mendapatkan hukuman. Arema didenda tanpa penonton hingga akhir musim, mereka juga dilarang menjadikan kota Malang sebagai homebase-nya. Sedangkan dua nama terakhir dilarang terlibat di lingkungan sepak bola seumur hidup.

Menurut banyak kalangan – dan juga netizen, orang yang juga harus bertanggungjawab adalah Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Pria yang biasa disapa Iwan Bule itu dianggap gagal memimpin federasi sehingga kejadian seperti kemarin bisa terjadi. Termasuk pula kepada PT LIB yang seharusnya menerima masukan dari pihak Arema dan Kepolisian agar memajukan jadwal pertandingan.

Desakan agar Iriawan mundur juga telah bergema di akun media sosial twitter. Hastag #IwanBuleOut dan #IwanBuleMundur sempat menjadi bahasan dan tranding topik.

Baca Juga:  Abu Zema Jelang Duel Indonesia vs Yordania: Laga yang Sulit!

Dan ternyata, desakan untuk mundur itu sampai ke telinga sang ketua yakni Mochamad Iriawan. Sayang, respon yang diharapkan netizen jauh dari kata harapan. Alih-alih meminta maaf secara pribadi (tidak mewakili PSSI), Iriawan justru menyalahkan Panpel pertandingan tersebut.

“Kalau mereka komentar ini mungkin tidak tahu regulasi, tolong baca di aturan itu. Bagaimana mau mengaitkan dengan saya, kan setiap pertandingan di suatu tempat Panpel (panitia pelaksana pertandingan) yang harus bertanggung jawab,” ujar Iriawan menanggapi desakan dirinya untuk hengkang dari kursi kepemimpinan PSSI.

Selain itu, Iriawan juga membela PT LIB selaku operator yang mempertemukan Arema FC Vs Persebaya Surabaya.

“PT LIB pun di luar. Ini semua tanggung jawab Panpel, memang begitu aturannya. Kalau netizen ngomong begitu, mohon maaf saya tidak tahu apa dasarnya,” tutupnya.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

20 Comments