BRI Liga 1

Wasit Liga 1 Banyak Lakukan Kesalahan, Netizen Geruduk Instagram Ketum PSSI: Ga Punya Uang Buat Beli VAR Ya?

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Besarnya pendapatan yang didapatkan pengadil lapangan tak membuatnya jauh lebih tegas dalam memimpin sebuah pertandingan. Hal itu yang kini menjadi sorotan kepada wasit Liga Indonesia. Mendapatkan gaji tertinggi di antara wasit Liga Asia Tenggara, hal itu tak menjamin mereka bersikap tegas dan teliti seperti yang kita harapkan.

Diketahui, beberapa waktu lalu, sebelum dibekukannya akibat Tragedi Kanjuruhan, komdis PSSI sudah menghukum 6 wasit. Ke-enam wasit tersebut dianggap lalai ketika memimpin pertandingan pada pekan ke-5 hingga 8 BRI Liga 1 musim 2022-2023.

Dan kini, setelah BRI Liga 1 akhirnya dilanjutkan lagi, banyak sekali kelalaian yang dilakukan pengadil – termasuk asistennya ketika memimpin pertandingan. Lebih dari dua keputusan kontroversial diberikan oleh pengadil lapangan di pekan ke-empat belas kemarin. Yang paling baru adalah keputusan wasit pemimpin laga Persebaya Surabaya Vs Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-14 BRI Liga 1 kemarin.

Saat itu, wasit Ginanjar Rahman Latief Afsel melakukan kesalahan fatal ketika mengabaikan pelanggaran yang dilakukan kiper Persik di dalam kotak 12 pas. Sang kiper menjatuhkan salah satu pemain Persebaya di dalam kotak penalti beberapa menit sebelum pertandingan usai. Dari rekaman pertandingan, sangat jelas bahwa sang kiper melakukan pelanggaran. Namun sang pengadil termasuk asistennya bungkam.

Bukan di laga tersebut saja, bahkan di laga antara Borneo FC Vs PSS Sleman sebelumnya, gol Matheus Pato dianulir. Padahal, dari rekaman ulang, posisi striker asing Borneo FC itu dalam kondisi onside. Alhasil, Borneo hanya bermain imbang 0-0.

Kinerja wasit yang kurang maksimal juga dilontarkan oleh arsitek Persija Jakarta asal Jerman Thomas Doll. Eks pelatih Borussia Dortmund itu terang-terangan mengaku tak puas dengan kinerja wasit.

Saat itu, pemain PSIS banyak mengulur waktu – mengingat mereka dalam kondisi unggul 2-0. Yang menjadi sorotan Doll adalah tambahan waktu yang sangat sedikit. Padahal, kata Doll, setiap dua menit, pemain lawan tergeletak di lapangan.

“Mungkin Anda sebaiknya bertanya apakah saya senang dengan lima menit tambahan waktu, apakah itu cukup ketika setiap dua menit lawan tergeletak di lapangan,” papar Doll.

Kelalaian-kelalaian yang dilakukan oleh pengadil lapangan dalam waktu yang amat berdekatan ini menjadi pertanyaan banyak orang – termasuk netizen sendiri. Sebab sepak bola Indonesia tidak akan pernah maju jika permasalahan internal seperti ini masih terus saja terjadi.

Akibat hal itu, netizen yang merasa tak puas menyerbu akun instagram Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Di unggahan terakhir sang Ketum, netizen ramai-ramai mengkritik dan melemparkan unek-uneknya kepada orang nomor satu di PSSI itu.

“RIP Wasit Indonesia,” tulis netizen atas nama Bagas.

“Pak wasit Liga 1 nya pada ngga bener banget. Sering ngebuat kesalahan yang merugikan,” timpal netizen lainnya.

“Ga punya uang buat beli VAR ya bos? Liga Konoha memang ndagel. Terus uang denda sebanyak itu buat apa?” tanya salah seorang netizen.

“Pak saya mohon Liga 1 BRI memakai VAR pak karena setiap match banyak kontroversi. Mohon Pak Ketum PSSI,” pinta seorang netizen.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

47 Comments