Timnas Indonesia

STY Belajar Taktik dari 3 Pelatih Eropa Ini untuk Latih Timnas Indonesia, Siapa Saja Mereka?



NOBARTV NEWS – Sebagai seorang pelatih, Shin Tae-yong tentu memiliki kiblat dalam melatih. Dalam hal ini, Shin banyak belajar dari tiga sosok pelatih Eropa berikut. Siapa saja mereka?

Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih penuh disiplin dan memegang prinsip attitude tinggi. Oleh karena itu, bagi siapapun pemain yang pernah mendapatkan panggilan darinya – lalu melanggar dua hal tersebut, bisa dijamin kalau ia akan langsung dicoret olehnya. Tak peduli sebesar apapun bakat yang dimiliki oleh pemain tersebut, jangan harap ia mendapat kesempatan lagi apabila terus menerus melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti itu.

Sudah banyak korban dari prinsip yang dipegang oleh pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu. Osvaldo Haay, Yudha Febrian, hingga Nurhidayat Haji Haris sampai detik ini tak pernah mendapat panggilan lagi. Mereka – para pemain tersebut di mata Shin Tae-yong sudah tidak terpakai lagi walaupun di masa mendatang, ketiganya tampil baik bersama klub yang dibelanya.

Baca Juga:  Head to Head Indonesia vs Yordania: Siapa Lebih Unggul?

Di samping prinsip teguh yang dipegangnya itu, Shin dalam melatih juga memiliki filosofi sendiri. Filosofi tersebut diterapkannya dalam melatih skuad Garuda sesuai dengan tujuan yang diinginkannya. Filosofi tersebut bahkan sudah disampaikannya pada tahun 2022 lalu ketika awal-awal melatih .

STY Belajar Taktik dari 3 Pelatih Eropa Ini untuk Latih Timnas Indonesia, Siapa Saja Mereka?
Salah satu pelatih yang menjadi guru bagi Shin Tae-yong, Xabi Alonso (sumber: IG @xabialonso)

“Filosofi yang selalu saya tegaskan adalah pengorbanan diri. Selain membangun mental, kita harus main maksimal untuk timnas,” kata Shin Tae-yong kala itu.

“Kita adalah satu tim, itu akan membangun organisasi yang kuat. Para pemain jangan mau menonjolkan dirinya masing-masing, tapi harus rela membangun tim baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu.

“Di liga, posisi striker dan bek hampir semua diisi pemain asing, jadi banyak kekurangan untuk striker. Kalu Liga Indonesia punya sistem yang baik, striker lokal akan mendapat banyak waktu bermain. Dulu kita lemah di fisik dan mental, sekarang jauh lebih baik. Pelan-pelan, timnas kita akan lebih baik di masa depan,” ucapnya lagi.

Baca Juga:  Indonesia vs Yordania: 2 Opsi Skuad Garuda Lolos Perempat Final Piala Asia U23 2024

Di samping menerapkan berbagai peraturan serta filosofi dalam melatih, Shin juga belajar banyak hal dari beberapa pelatih Eropa dalam tujuannya untuk membentuk Timnas Indonesia. Kata Shin, ia belajar taktik dari tiga sosok pelatih yang kini melatih tim-tim papan atas di Liga Eropa. Mereka adalah pelatih Brighton Roberto De Zerbi, Bayer Leverkusen Xabi Alonso, dan Manchester City Pep Guardiola.

“Sekarang saya banyak menonton laga Brighton, Xabi Alonso, dan Manchester City untuk membuat gaya permainan saya sendiri,” kata Shin beberapa waktu lalu.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *