Timnas Indonesia

Jadi Tulang Punggung Keluarga, Saddil Ramdani Terancam Gagal Abroad ke Eropa



NOBARTV NEWS – Pemain sayap Saddil Ramdani akhirnya buka suara dengan rumor yang menyebut dirinya bakal hijrah ke benua Eropa. Eks pemain Persela Lamongan dan Bhayangkara FC itu mengakui jika ia mendapatkan tawaran untuk bermain di klub kasta kedua Liga Austria.

Rumor ini pertama kali diutarakan oleh eks pelatih Saddil di Sabah FC Kurniawan Dwi Yulianto. Kurniawan yang juga mantan pemain Timnas Indonesia itu mengungkapkan bahwa Saddil mendapatkan tawaran untuk bermain di Liga Austria. Namun sayang, Kurniawan enggan menyebut tim mana yang tengah mengincar mantan anak didiknya itu.

Dikabarkan, klub tersebut mengirim undangan kepada Saddil untuk datang ke Austria pada Desember bulan depan. Di akhir bulan ini, kontrak Saddil dengan Sabah FC resmi berakhir. Dengan demikian, Saddil berhak untuk melakukan negosiasi karena saat itu ia sudah berstatus sebagai pemain tanpa klub.

Bersamaan dengan Kurniawan, agen Saddil Ramdani Alex Taples justru lebih beringas. Katanya, Saddil diminati oleh 10 klub Eropa.

Akan tetapi, Saddil sendiri belum memutuskan apakah ia akan mengambil kesempatan itu. Lebih lanjut, ia mengungkapkan faktor keluarga yang bisa saja jadi penghalang dirinya untuk hijrah ke benua biru.

“Alhamdulillah benar undangan dari klub Austria. Coach Kurniawan Dwi Yulianto ingin saya bisa mengembangkan diri ke Eropa dan saya pribadi juga ingin tapi faktor utama saya saat ini adalah keluarga,” jelas Saddil Ramdani.

Saddil mengutarakan bahwa dirinya adalah tulang punggung yang harus menghidupi ibu dan saudara-saudaranya. Sehingga jika ia mengambil keputusan (pindah ke Liga Eropa), maka ia harus berpikir sematang mungkin. Sebab tentu gaji yang akan diterimanya di Eropa tidak akan sebanyak yang ia dapatkan di Malaysia atau Indonesia.

Secara kualitas, sepak bola Eropa atau Asia (di luar Asia Tenggara seperti Jepang dan Korea) jauh di atas Liga di Asia Tenggara. Namun secara pendapatan, jika ia belum disebut layak sebagai pemain hebat, tentu jumlah penghasilan yang ia terima tidak sebanyak yang bisa didapatkan di sini. Sebagai contoh, Asnawi mendapatkan berkali-kali lipat gaji ketika bermain untuk PSM Makassar. Namun di Selatan, Asnawi tidak mendapatkan sebanyak itu. Namun perlu diketahui, kualitas permainan Asnawi meningkat drastis sejak ia membersamai klubnya Ansan Greeners sejauh ini.

“Saya ini tulang punggung keluarga yang mempunyai empat saudara dan tinggal sama ibu. Saya tidak punya ayah yang seperti orang lain yang bisa mendukung, membimbing, atau membiayai seluruh keluarganya,” ujar Saddil menambahkan.

Jika Saddil diminta memilih mana yang menjadi tujuan utamanya, ia mengaku akan lebih memprioritaskan keluarganya.

“Jadi saya terpaku dan berpikir apakah saya harus korbankan karier saya atau saya harus lebih memikirkan keluarga.”

Bisa dibilang, jika Saddil masih bersikeras (bertahan karena keluarga), maka dipastikan ia tidak akan lanjut ke benua Eropa. Terakhir, ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kurniawan Dwi Yulianto yang telah membimbingnya – dan juga telah menuntun dirinya untuk berbicara lebih dulu dengan keluarganya (sebelum mengambil keputusan).

“Saya terima kasih kepada coach Kurniawan Dwi Yulianto yang selalu mengarahkan saya jauh lebih baik.”

“Coach Kurniawan Dwi Yulianto bilang walaupun ada tawaran dari klub Austria, saya harus bicara dahulu dengan orang tua dan seluruh keluarganya untuk menentukan alangkah baiknya seperti apa,” tutupnya.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

7 Comments