Piala AFF

Disorot hingga Korea Selatan, STY Sebut Piala AFF sebagai Piala Dunia ASEAN!



NOBARTV NEWS – Turnamen sepak bola antar negara Asia Tenggara atau 2022 menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan. Tak lain karena faktor dari tiga pelatih yakni Shin Tae-yong, Park Hang-seo, dan Kim Pan-gon. Ketiga pelatih asal Korea Selatan itu menangani tiga tim berbeda yang sama-sama bersaing di Piala AFF 2022.

Diketahui, Park Hang-seo menjadi pelatih Korea Selatan pertama yang menginjakkan kakinya di Asia Tenggara dibandingkan dua nama tadi. Disusul oleh Shin Tae-yong pada tahun 2020, lalu ditambah oleh Kim Pan-gon pada tahun 2022 ini.

Namun sayang, turnamen Piala AFF 2022 ini menjadi ajang terakhir yang diikuti Vietnam bersama Park Hang-seo sebagai pelatihnya. Pelatih berkepala plontos itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama tim berjuluk The Golden Stars itu.

Sedangkan Shin Tae-yong, eks pelatih Korea Selatan itu masih akan membersamai – setidaknya hingga kontraknya berakhir pada 31 Desember 2023.

Nah, berkat ketiga pelatih yang berasal dari negara yang sama ini membuat pamor Piala AFF 2022 jadi lebih besar dari biasanya. Bahkan, stasiun televisi Korea Selatan SBS Sports disebut akan menyiarkan seluruh laga yang dilakoni oleh ke-tiga pelatih tersebut.

Sayang, di babak grup, Shin Tae-yong tidak akan dipertemukan dengan salah satu dari keduanya. Karena sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia tergabung di grup A bersama Timnas Thailand, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

Sedangkan Timnas Vietnam berada di grup B bersama Timnas Malaysia, Laos, Myanmar, dan Singapura. Jadi, duel antara tim Park Hang-seo dan Kim Pan-gon akan tersaji di babak tersebut.

Saking populernya Piala AFF 2022 di negeri ginseng Korea, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menyebut Piala AFF sebagai Piala Dunia ASEAN. ASEAN adalah 11 negara tetangga yang berada di daratan Asia Tenggara.

“Piala AFF ini memang bisa disebut Piala Dunia ASEAN ya, sepertinya populer sekali,” kata Shin kepada awak media.

Kata Shin, faktor tiga pelatih tersebut menjadi alasan mengapa Piala AFF jadi populer di negara Asia Timur itu.

“Sebelumnya tidak diketahui ya di Korea Selatan. Tapi dengan adanya tiga pelatih Korea, jadi media-media Korea memperhatikan ini dan banyak mencari juga perhatian-perhatian,” tambah eks pelatih Seongnam Ilhwa itu.

“Apalagi nama-nama pelatih Malaysia dan Vietnam lumayan baik juga. Jadi, lebih banyak perhatian dari media Korea. Menurut saya, tiga pelatih ini harus memberikan yang terbaik agar Piala AFF semakin lebih banyak yang tahu.”

Lebih lanjut, STY mengatakan dirinya akan bekerja keras di even kali ini demi membawa Timnas Indonesia juara untuk pertama kali.

“Saya akan menjadi pelatih yang sangat bekerja keras dan akan berusaha lebih untuk menunjukkan sepak bola Indonesia maju, jauh lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya.

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

31 Comments