Timnas Indonesia

Blak-blakan! Bung Towel Sebut Ada Penghianat Iwan Bule di Tubuh PSSI

TOPIK BERITA :


NOBARTV NEWS – Pengamat sepak bola Indonesia Tommy Welly atau biasa disapa Bung Towel membuat heboh jagat sepak bola tanah air. Pasalnya, dalam video terbaru yang ia unggah di kanal youtube pribadinya, Bung Towel mengatakan bahwa terdapat pengkhianat di tubuh PSSI. Bung Towel menyebut dua sosok yakni Sekjen Yunus Nusi dan salah satu anggota Exco PSSI.

Saat ini, PSSI tengah disibukkan oleh agenda yang cukup penting. Iriawan dan para pejabat tinggi PSSI sedang membersamai skuad dalam ajang 2022. PSSI bekerja keras memastikan kebutuhan skuad Garuda terpenuhi selama mengikuti even sepak bola dua tahunan ini.

Beberapa kegiatan penting masih dilakukan federasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu. Seperti memastikan keberangkatan away Marc Klok dkk lancar. Lalu memberikan skuad Garuda tempat penginapan yang nyaman. Begitu juga dengan berbagai hal-hal dasar lainnya demi menciptakan rasa aman bagi skuad asuhan Shin Tae-yong itu. Bahkan, saking perhatiannya PSSI kepada Piala AFF 2022 ini, sang Ketua Umum yakni Mochamad Iriawan turut serta membersamai skuad Garuda dalam lawatannya ke markas Brunei Darussalam di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga:  Indonesia vs Korea Selatan: Berikut Jadwal 8 Besar Piala Asia U23 2024!

Namun sayang, di sela kesibukan dan fokusnya Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 ini, menurut Bung Towel, justru dimanfaatkan oleh beberapa petinggi PSSI sendiri.

Katanya, jelang persiapan Timnas Indonesia melawan Kamboja kemarin, ada sebuah manuver licik yang dilakukan oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi dan salah satu anggota Exco. Keduanya disebut mengumpulkan beberapa voters jelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tahun depan.

“Jadi, pada saat Indonesia memulai kampanye di Piala AFF 2022 Desember lalu lawan Kamboja, di tengah perjuangan awal timnas ternyata ada pengkhianatan, ada manuver busuk yang dilakukan oleh Sekjen PSSI dan salah satu Exco PSSI,” kata Bung Towel di kanal youtube pribadinya.

Hal yang dilakukan Yunus Nusi, menurut Bung Towel adalah sebuah pelanggaran. Terlebih, segala sesuatu yang dilakukan sekjen pada dasarnya harus sepengetahuan dan persetujuan dari Ketum PSSI dalam hal ini Mochamad Iriawan. Bung Towel bahkan berani menjamin bahwa yang ia ungkapkan terkait pertemuan Sekjen PSSI, salah satu Exco, dan para voters adalah A1 alias valid. Jadi, Towel tidak semata-mata memberitakan tanpa adanya kroscek terlebih dahulu.

Baca Juga:  4 Fakta Jelang Duel Indonesia vs Korea Selatan: Arhan Jumpa Rekan Setimnya di Suwon FC!

“Jadi, artinya sekjen itu pastilah dan haruslah orangnya ketua umum, tetapi yang terjadi ada upaya menggembosi ketua umum oleh Sekjen dan Exco,” ujar Towel menambahkan.

“Mereka mengumpulkan voters dari kalangan Asprov, yang khususnya dari Sumatra. Tentu arahnya menggiring mereka ke Kongres Biasa dan KLB.”

“Motifnya tentu kalau bisa mengumpulkan suara, itu yang akan ditawarkan kepada pihak lain peminat jadi Ketua Umum PSSI. Itulah manuvernya, itulah kasak-kusuknya, itulah kebusukannya karena di situ mengarahkan calon ketua umum kepada yang lain,” kata Towel lagi.

Lebih lanjut, pengamat dan juga komentator sepak bola itu mengkalim bahwa Yunus Nusi sedang mengincar posisi Wakil Ketua Umum PSSI dalam menuver yang dilakukannya itu.

“Dengan tujuan mengincar Wakil Ketua Umum PSSI di periode yang akan datang. Seperti itulah atmosfer sepakbola Indonesia, yang seharusnya bagi saya sudah di persona non grata-kan,” tutup Towel.

Adapun satu Exco yang disebut Tommy Welly dalam upaya pengkhianatan itu adalah Juni A. Rachman. Selain sebagai anggota Exco, Juni juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT LIB (Liga Indonesia Bersatu).

Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid

2 Comments

  1. Mungkin saja apa yang dikatakan anda benar, karena politik itu memang kejam dan pasti ada aja oknum² tertentu ingin menduduki/menjabat jabatan tertentu melakukan dengan cara licik dan curang. Dan semoga saja jajaran PSSI segera berbenah GK ada lagi oknum² yang melakukan hal seperti itu.