Timnas Indonesia

Pengamat Sepak Bola Akmal Marhali: Wacana Perpanjangan Kontrak STY Adalah Sebuah Kebodohan & Euforia Kebablasan!



NOBARTV NEWS – Wacana perpanjangan kontrak Shin Tae-yong tak hanya mendapat komentar dari pengamat sepakbola Indonesia Bung Kusnanini saja. Penolakan terkait hal itu juga disampaikan oleh pengamat sepakbola sekaligus Ketua Save Our Soccer, Akmal Marhali. Menurut Akmal, wacana tersebut merupakan sebuah kebodohan semata.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berencana untuk melakukan rapat dengan Exco PSSI terkait perpanjangan kontrak Shin Tae-yong. Keputusan Iriawan tak lepas dari menanjaknya performa . Di tangan Shin, skuad Garuda yang sebelumnya berada di peringkat 170-an FIFA kini sudah berada di posisi 152. Tak heran jika pria yang biasa disapa Iwan Bule itu berhasrat untuk mengikat jasa sang pelatih untuk lebih lama lagi.

Rencana tersebut Iriawan ucapkan usai Timnas Indonesia melumat Timnas Curacao dalam ajang FIFA Matchday. Berhadapan dengan tim kuat dari Amerika Selatan itu, Marc Klok dkk menang dua kali dengan skor sama tipis, 3-2 di pertandingan pertama dan menang 2-1 di pertemuan keduanya.

“Terkait kontrak, setelah saya menganalisis dan berdiskusi dengan pihak terkait, ada kemajuan pesat yang luar biasa dari semua level Timnas Indonesia,” papar Iriawan beberapa waktu lalu.

“Kontraknya habis akhir 2023. Kami minimal memperpanjang kontraknya per empat tahun,” ujarnya menambahkan.

“Jadi, insyaallah setelah Shin Tae-yong fokus dengan 2023, kontraknya akan diperpanjang,” pungkas Ketua Umum PSSI itu.

Dan ternyata, penolakan terhadap rencana PSSI itu tak muncul dari satu pengamat saja. Selain Bung Kus, Akmal Marhali juga mengecam rencana PSSI tersebut. Akmal menyebut rencana tersebut tak lepas dari euforia kebablasan dari PSSI. Sehingga ketika euforia itu masih membara, PSSI melakukan hal yang tergesa-gesa tanpa memikirkan efek samping yang akan ditimbulkan dengan mengumumkan wacana tersebut ke publik sepakbola Indonesia.

“Ya ini kan kebodohan kadang-kadang ya, kebodohan dari sisi manajemen organisasi dan campaign. Menjanjikan perpanjangan kontrak STY adalah euforia kebablasan dari PSSI,” terang Akmal kepada MNC Portal Indonesia.

Lebih lanjut, eks CEO Tangerang Wolves ini menyebut rencana tersebut bisa menjadi bumerang bagi PSSI sendiri. Sebab andaikata nanti STY sukses menangani Timnas Indonesia, maka ia pasti akan meminta agar nilai kontraknya diperbesar.

“Jadi STY bisa minta harga mahal ini, kalau dia sukses, ya maka dia bisa minta naik harga. Ini kan bisa menjadi beban juga buat PSSI ke depannya. Apalagi pasti nanti dia diincar juga oleh banyak klub,” terang Akmal lagi.

Hal lain yang dikhawatirkan Akmal adalah ketika nanti Timnas Indonesia mengalami penurunan performa, namun PSSI sudah kadung berjanji, maka perpanjangan kontrak harus tetap dilakukan. Karena PSSI sendiri sudah keburu berjanji – dan disaksikan atau diketahui oleh khalayak ramai.

“Jadinya di event selanjutnya menang atau tidak, tetap harus diperpanjang. Soalnya PSSI udah keburu berjanji, kalau kemudian apa yang dijanjikan tidak tersampaikan bagaimana?” tutup Akmal.


Lalu Getar

Seorang penikmat kopi dan fans layar kaca Real Madrid