APPI Sebut Pembatasan Pemain Naturalisasi adalah Pelanggaran HAM

APPI Sebut Pembatasan Pemain Naturalisasi adalah Pelanggaran HAM

NOBARTV NEWS – Asosiasi Pesepak Bola Profesional atau memberikan respon terkait wacana untuk membatasi jumlah pemain naturalisasi di musim depan. APPI menyebut wacana tersebut sebagai sebuah pelanggaran HAM.

Sebagaimana diketahui, dalam Sarasehan Sepak Bola di Sabtu lalu, mengemukakan beberapa wacana baru terkait kompetisi domestik dan 2 musim depan. Namun kata , wacana tersebut masih sebatas rencana saja. Masih perlu dilakukan diskusi panjang sebelum keputusan tersebut disahkan.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Beberapa keputusan tersebut seperti akan diadakannya babak play off untuk tim yang finis di peringkat 1, 2, 3 dan 4 untuk . Lalu regulasi yang mengatur tentang jumlah pemain asing yang salah satunya harus berasal dari Tenggara (ASEAN) hingga pembatasan jumlah untuk pemain naturalisasi untuk setiap klubnya.

Kata , per musim depan, PSSI ingin memastikan setiap klub hanya boleh mendaftarkan satu pemain naturalisasi. Keputusan itu dibuat PSSI agar pemain lokal lebih banyak mendapatkan jam terbang. Saat ini, beberapa tim di Liga 1 memang kerap mengandalkan pemain naturalisasi di skuadnya. Bahkan, di , lima pemain yang bermain di tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu merupakan pemain naturalisasi.

Berita Terkait:  Proses Naturalisasi Tak Kunjung Rampung, Exco PSSI Beri Klarifikasi

Setelah wacana tersebut diutarakan oleh , para pemain naturalisasi ramai-ramai protes. Marc Klok dan salah duanya. Stefano dengan nada sindiran menyebut ‘dirinya dianggap orang ketika bermain untuk tim nasional, namun ketika untuk klub, ia dan lainnya adalah pemain naturalisasi.'

Tidak hanya Klok dan saja, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) juga turut memberikan komentarnya. APPI menyebut wacana tersebut (pembatasan pemain naturalisasi) sebagai sebuah diskriminasi. Bahkan, keputusan tersebut berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Pembatasan pemain naturalisasi merupakan suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), setelah seseorang dinyatakan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), seyogyanya ia mendapatkan hak yang sama dengan WNI lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” tulis APPI.

Kata APPI, jika naturalisasi dianggap sebagai sebuah masalah, PSSI seharusnya mencari solusinya. Bukan malah mengurangi hak dan kewajiban mereka selayaknya orang asing. Sebab pada dasarnya, mereka juga sama-sama memiliki hak seperti warga negara Indonesia pada umumnya.

Berita Terkait:  Diminta Mundur sebagai Bentuk Tanggung Jawab, Exco PSSI Geram: Enak Aja Mundur!

“Jika naturalisasi dianggap suatu polemik di sepak bola nasional, perlu dicari solusi terbaik dan bukan malah membatasi jumlahnya dalam setiap tim,” lanjut APPI.

“Terlebih sebagian dari pemain-pemain tersebut pernah dan bahkan masih menjadi pemain aktif dari tim nasional Indonesia. Sebagian dari mereka memilih menjadi WNI karena kebutuhan dan permintaan untuk tim nasional,”

“Perlu diperjelas tujuan adanya pembatasan bagi pemain naturalisasi, jika tujuan pembatasan pemain adalah untuk pengembangan pemain lokal, namun hal ini tidak sejalan dengan rencana penambahan kuota pemain asing,” tutup APPI dalam pernyataannya.

Saksikan video gol hasil pertandingan liga dengan mengisi kotak pencarian berikut ( Sumber: Google ).

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses