Hasil Evaluasi Timnas U-19 : Belum Ada Pelapis Sepadan seperti Marselino Ferdinan
PSSI dan staf pelatih Indonesia tengah mengevaluasi penampilan Indonesia U-19

NOBARTV NEWS – Shin Tae-yong dan staf serta pengurus PSSI telah melangsungkan evaluasi terkait penampilan Timnas Indonesia U-19. Coach Shin mengutarakan beberapa catatan penting – di antaranya Timnas Indonesia U-19 saat ini masih kekurangan pemain mumpuni untuk sektor bek tengah, bek sayap kiri – kanan, gelandang bertahan, dan gelandang serang.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia U-19 baru saja mengikuti Piala . Bertindak sebagai tuan rumah dan tergabung di , STY gagal membawa Garuda muda keluar sebagai . Bahkan, untuk lolos ke babak semifinal, Garuda Indonesia harus mengalah dan merelakan dua tim di Thailand dan Vietnam melangkah ke babak semifinal tersebut.

Dari lima pertandingan yang sudah dijalani Marselino Ferdinan dkk, Shin Tae-yong menyebut beberapa kekurangan di Timnas Indonesia U-19. Pelatih asal Korea Selatan itu juga meminta agar PSSI segera mencari pemain naturalisasi lainnya – sebab tiga pemain sebelumnya, yakni Kai Boham, , dan Max Christoffel disebut tidak lolos untuk dinaturalisasi setelah diamati langsung olehnya.

Berita Terkait:  H-3 Timnas Indonesia vs Vietnam, Semua Tiket Ludes Terjual!

“Khusus untuk Timnas Indonesia U-19, membutuhkan termasuk program naturalisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut proses naturalisasi ini perlu dipercepat karena dalam waktu dekat, Garuda muda akan berlaga di U-20 – yang di mana, Timnas Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah.

“Naturalisasi harus dilakukan karena persaingan di U-20 akan keras, ketat, dan berat,” tambahnya.

Selain itu, STY menyoroti posisi gelandang serang yang biasa ditempati oleh Marselino Ferdinan. Menurutnya, belum ada pemain yang bisa disebut layak sebagai pelapis Marselino. Namun sebetulnya ketika Marselino cidera beberapa waktu lalu, pemain pengganti yakni Arkhan Fikri tampil cukup baik. STY sendiri mengakui kehebatan Arkhan, namun tinggi badannya belum bisa bersaing ketika berhadapan dengan pemain-pemain berpostur besar di U-20 nanti.

“Skill-nya bagus, tetapi tingginya kurang. Saat tampil di Piala Dunia U-20, kami akan menghadapi tim dengan postur yang tinggi-tinggi dan kekar. Jadi tentu di tim ini butuh termasuk pemain naturalisasi,” paparnya lagi.

Berita Terkait:  4 Agenda STY Bersama Indonesia Hingga Akhir Tahun 2022

Coach Shin juga mengakui jika mental anak asuhnya kerap down – namun secara perlahan para pemain muda tersebut sudah bisa mengatasinya.

“Saya harus akui percaya diri tim ini kurang pada awalnya termasuk mental khususnya menghadapi tim-tim besar. Tetapi, perlahan pemain mulai bisa mengatasi masalah ini,” tutupnya.

Sebelum mengikuti Piala Dunia U-20, beberapa agenda akan diikuti oleh Timnas Indonesia U-19. Pertama, mereka akan melakukan pemusatan latihan di Belanda dan kedua mengikuti Kualifikasi U-20.