Format Ballon D'Or Berganti, Timnas Indonesia Kena Imbasnya
Selebrasi gol , Bahar, dan Sulaeman

NOBARTV NEWS – Ballon D’Or adalah ajang penghargaan bagi pesepakbola terbaik di muka bumi. Sejak tahun ini, penghargaan bergengsi tersebut telah berganti format. Indonesia yang sebelumnya turut berpartisipasi untuk memberikan voting ikut terdampak dari format baru tersebut.

Gelar pesepakbola terbaik sejauh ini telah memenangkan nama Lionel Messi sebanyak 7 kali. Mantan pemain itu menjadi pemain yang paling sering memenangkan gelar individu tersebut.

Sedangkan , ia menjadi pemain yang paling sering masuk daftar nominasi. Ronaldo telah masuk nominasi sebanyak 17. Tahun kemarin, Lionel Messi berhasil memenangkan gelar individu ke-tujuhnya.

Penghargaan tersebut sempat diwarnai oleh perdebatan. Pasalnya, banyak pengamat yang mengatakan bahwa lah yang pantas menerima penghargaan tersebut.

Tahun ini, Ballon D’Or telah mengganti format voting. Sebelumnya, semua yang terdaftar sebagai anggota FIFA diperbolehkan memilih pemain terbaik versi mereka masing-masing. Pelatih tim nasional dan kapten berhak memberikan voting.

Sedangkan untuk tahun ini, Football France hanya memberikan hak votingnya untuk tim nasional yang masuk 100 besar peringkat FIFA untuk kategori pria dan 50 besar untuk wanita. Jadi, Timnas Indonesia dipastikan tidak akan memiliki hak voting selama mereka berada di luar 100 besar peringkat FIFA.

Selain itu, format baru yang diubah yakni format penilaiannya. Sebelumnya, pemain dinilai dari penampilannya setiap tahunnya sedangkan sekarang untuk permusim saja.

“Ballon D’Or merayakan pemain terbaik dari Januari hingga Desember, sehingga secara de facto harus menilai dan menimbang dua separuh musim – Januari-Juli dan Agustus-Desember (terkadang pemain berpindah klub di antara kedua musim) – alih-alih satu musim secara utuh.” Tulis Football France.

“Dengan meninggalkan ritme kalender dan menyesuaikan BdO (pria dan wanita) dengan musim tradisional … kita mendapatkan kejelasan performa mana yang mesti dihitung dan dievaluasi,” tulisnya lagi.

“Oleh karena itu edisi selanjutnya akan menimbang penampilan musim 2021/22, yang diakhiri oleh EURO Wanita (6-31 Juli ). Namun (21 November-18 Desember 2022) akan termasuk ke Ballon D’Or edisi 2023.” Tutupnya.

Selain dua format yang sudah disebutkan tadi, ada satu lagi format baru yang akan berlaku mulai tahun ini.

Dilansir dari goal.com, “Duta besar Ballon d’Or sekaligus legenda Chelsea Didier Drogba serta jurnalis yang pilihannya paling mendekati hasil edisi sebelumnya akan ikut menyusun daftar kandidat pemenang penghargaan prestisius tersebut.”

Jadi, hanya jurnalis yang paling akurat dalam memilih pemain terbaik di tahun kemarin, dialah yang diperbolehkan untuk menyusun 20 nominasi pemain terbaik dunia tahun ini.