Daripada Pecat STY, Beto Goncalves Kasih Saran Liga Indonesia Diperkuat dan Kuota Pemain Asing Diperbanyak!

Daripada Pecat STY, Beto Goncalves Kasih Saran Liga Indonesia Diperkuat dan Kuota Pemain Asing Diperbanyak!

NOBARTV NEWS – Meski tak pernah dilatih oleh Tae-yong, namun eks pemain naturalisasi Timnas Beto Goncalves mendukung peran STY di Garuda. Ia meminta sang pelatih untuk tetap menukangi Garuda.

Sebagaimana diketahui, Tae-yong dituntut untuk mundur usai meraih hasil negatif di Piala 2022. Banyak publik sepak bola yang merasa tak puas karena sampai saat ini, ia belum bisa membawa Timnas meraih trofi dari beberapa even yang diikutinya.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Tae-yong gagal di Piala 2020, SEA Games 2021, Piala 2022, dan Piala 2022.

Atas dasar itu, beberapa anggota Exco PSSI menginginkan sang pelatih angkat kaki. Namun tak sedikit juga yang mendukung Shin Tae-yong dengan alasan yang sangat kongkret. Ya, meksipun belum bisa membawa anak asuhnya sebagai juara, namun sang pelatih membuat progres yang cukup positif bersama Timnas .

Hal itu bisa dilihat dari pola permainan Garuda yang jauh lebih terstruktur. Dari yang sebelumnya terkesan tergesa-gesa, kini permainan mereka jauh lebih santai. Dari yang sebelumnya takut duel udara, kini lebih berani ketika bermain melawan tim sekelas hingga Yordania.

Berita Terkait:  STY Keluhkan Masalah Otot pada Anak Asuhnya, Sebut Terhentinya Liga Indonesia sebagai Biang Keladinya

Nah, orang-orang yang melihat sisi positif dari sang pelatih pun memberikan dukungannya. Setelah kemarin Dimas Drajad meluapkan keinginannya agar sang pelatih tetap menahkodai skuad Garuda, kini salah satu pemain berlabel tim nasional lainnya juga memberikan dukungannya.

Adalah Alberto Goncalves, eks striker Timnas Indonesia itu menjadi salah satu pesepakbola Indonesia yang berharap Shin tetap berada di jabatannya. Ya, meksipun dirinya tak mendapatkan tempat di skuad Garuda, namun ia melihat sisi positif dari Timnas Indonesia sejak dilatih oleh pria berkebangsaan Korea Selatan itu.

Menurutnya, tak adil jika Shin langsung dipecat hanya gara-gara ia gagal membawa pulang trofi tersebut. Karena sebelum-sebelumya, ada beberapa pelatih yang juga tidak bisa membawa Timnas Indonesia keluar sebagai juara.

“Bukan cuma Shin Tae-yong saja yang gagal, sudah ada berapa pelatih juga yang lewat Timnas Indonesia gagal juga. Kalau kita ingin Timnas Indonesia maju, pelatih yang datang ke Indonesia harus dikasih waktu,” kata Beto Goncalves.

Beto meminta khalayak sepak bola Indonesia untuk lebih bersabar lagi. Karena sejatinya Timnas Indonesia masih berproses dengan sang pelatih.

Berita Terkait:  Gillingham FC dan Ipswich Town Masih Bungkam Terkait Pemanggilan Elkan Baggott

“Jangan satu kali gagal langsung tukar. Shin sudah mulai bagus, kita harus tunggu karena di beberapa negara dan di klub juga gitu, mereka ingin lima tahun. Tahun pertama-kedua lihat dulu, tahun ketiga baru serius, empat-lima mulai dapat hasil. Jangan datang langsung harus juara,” tambah striker Madura United itu.

Daripada memecat pelatih, Beto lebih menyarankan agar kompetisi Indonesia lebih ditata rapi lagi. Lebih ditingkatkan dari yang sudah-sudah. Karena berkaca pada Timnas , skuad berjuluk Gajah Perang itu bisa menjuarai level Asia Tenggara karena memiliki kompetisi liga yang sangat kompetitif.

“Dulu Indonesia bisa menang dari dan Vietnam tapi sekarang enggak bisa lagi, karena sepak bola negara mereka sudah maju. Kompetisi mereka kuat, Liga saja pemain asing bisa tujuh, banyak pemain asing bikin pemain lokal belajar dari pemain luar.”

“Malah sini mereka kurangi pemain asing bagaimana bisa maju. Semua negara sudah maju tetapi sepertinya Indonesia enggak mau maju. Jadi harus tunggu ada waktunya, biar pelatih bekerja. Tinggal menunggu waktu,” pungkasnya.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses

  1. Kurang setuju kalau memperkuat liga Indonesia dengan ditambah Kouta buat pemain asing, menurutku memperkuat liga Indonesia itu dengan membuat kompetisi liga yang sehat, misalnya dari kualitas wasit, stadion/lapangan (rumput), fasilitas dll itu semua harus standar FIFA. Dan yang lebih penting buat kompetisi liga berjenjang dari berbagai kelompok umur harus ada.