Pasang Badan! Dua Tokoh Besar PSSI Ini Tolak Iwan Bule Mundur dari Ketum PSSI

Pasang Badan! Dua Tokoh Besar PSSI Ini Tolak Iwan Bule Mundur dari Ketum PSSI

NOBARTV NEWS – Desakan agar Mochamad mundur dari kursi kepemimpinan PSSI masih bergema sampai saat ini. Setidaknya, puluhan ribu petisi sudah terisi menuntut agar ia mundur dari jabatannya. Namun rupanya, dua petinggi PSSI menentang dan meminta tetap meneruskan kepemimpinannya.

Desakan tersebut bermula ketika PSSI dianggap tidak becus melaksanakan tugasnya usai tragedi Kanjuruhan. Sebagaimana diketahui sebelumnya, 132 (sampai hari ini) korban jiwa melayang akibat tragedi yang terjadi usai laga antara FC Vs Persebaya Surabaya itu.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Singkatnya, suporter yang tidak menerima hasil pertandingan merengsek masuk ke dalam stadion. Petugas keamanan yang berada di dalam stadion mengkalim beberapa suporter melakukan tindak kerusuhan sehingga mereka menembakkan gas air mata.

Para suporter yang terkena gas tersebut sontak melarikan diri. Tujuan utamanya tentu keluar dari stadion yang sudah dipenuhi gas yang mengandung zat kimia tersebut.

Karena panik, banyak di antara mereka berjubelan untuk keluar stadion. Tak sedikit yang kemudian saling injak demi menyelamatkan diri. Namun naas, akibat berjubelnya masa yang ingin menyelamatkan diri, mereka pun saling injak dan pada akhirnya ratusan jiwa melayang akibat hal itu.

Berita Terkait:  Live Streaming Persela vs PSIS Semarang, BRI Liga 1 Pekan 34, Laga Pamitan Persela Lamongan

sendiri mengkalim bahwa kematian bukan diakibatkan karena gas air mata melainkan karena kehabisan oksigen.

Sejak kejadian itu sampai hari ini, dianggap gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Meski pria yang biasa disapa itu sudah menjatuhkan sanksi lewat Komisi Disiplin PSSI, dan juga telah bertemu perwakilan FIFA – bahkan telah memenuhi panggilan dari (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta), namun desakan dari agar ia segera mundur tetap digaungkan.

sendiri pernah menjawab perihal tuntutan tersebut. Ia mengklaim bahwa Panpel adalah orang yang paling bertanggungjawab atas Tragedi Kanjuruhan. Panpel yang dimaksud adalah yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. juga telah menghukum dengan larangan terlibat dalam lingkungan sepak bola seumur hidup.

Terkait banyaknya dorongan agar ia segera mundur, ternyata ada dua tokoh besar PSSI yang justru membelanya. satu tokoh tersebut adalah Agum Gumelar. Agum merupakan Dewan Pembina PSSI yang juga pernah menjabat sebagai pada tahun 1999-2003.

Berita Terkait:  Madura United vs Barito Putera: Live Streaming & Prediksi Skor, BRI Liga 1 Indonesia 2022-2023

“Mundur bukan jawaban. Justru sebagai bentuk tanggung jawab sebagai Ketua Umum PSSI, tidak seharusnya mundur,” ujar Agum dilansir dari laman resmi PSSI.

“Dia (Iriawan) harus menyelesaikan kasus ini sampai tuntas dan kemudian dijadikan pembelajaran untuk ke depannya agar kompetisi bisa lebih baik lagi,” ujarnya menambahkan.

Bagi Agum, jika ingin mengganti , maka gantilah ia ketika pada akhir tahun 2023 mendatang.

“Silakan bertarung di sana. Siapa yang terbaik pasti akan dipilih oleh pemilik suara,” tutup Agum.

Selain Agum Gumelar, tokoh lainnya yang juga menolak Iriawan mundur adalah Ahmad Riyadh. Riyadh merupakan anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Tim Investigasi PSSI untuk Tragedi Kanjuruhan.

“Pokoknya bentuk tanggung jawab tidak harus mundur dengan membuktikan PSSI menjadi lebih baik,” ujar Ahmad Riyadh beberapa hari lalu.

“Itu hak, terima kasih masyarakat sudah mengkritik,” pungkasnya.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses