Pelatih Vietnam & Thailand Tepis Dugaan Match Fixing, Begini Bunyi Pembelaannya!
Vietnam , Dinh The Nam

NOBARTV NEWS , Dinh The Nam dan , Salvador Garcia angkat suara terkait tuduhan permainan match fixing yang dilakukan anak asuh mereka. Kedua tersebut kompak membantah hal tersebut. Dua-duanya berdalih faktor kelelahan menjadi alasan utama anak asuhnya bermain santai di penghujung babak kedua.

Sebagaimana diketahui, Timnas dan Vietnam bertemu di laga pamungkas A Piala . Hasil pertandingan antar kedua tim tersebut berpengaruh terhadap peringkat tim lainnya yakni . Jika keduanya bermain imbang 0 – 0 atau salah satu meraih kemenangan, maka dipastikan lolos ke babak semifinal Piala . Sedangkan jika keduanya bermain imbang 1 – 1 atau lebih (asal imbang) maka Indonesia dipastikan gagal melaju ke babak berikutnya.

Tidak terbesit kecurigaan hingga babak pertama antara Vietnam & Thailand berakhir. Kedua tim bermain imbang 0 – 0. Hanya saja, kecurigaan itu muncul ketika Thailand dan Vietnam saling berbalas gol. Ketika skor sama kuat 1 – 1, kedua tim sama-sama memperagakan permainan santai. Tidak ada kengototan seperti menit-menit sebelumnya. Keduanya bermain aman demi mengamankan diri untuk lolos ke babak semifinal Piala U-19.

Berita Terkait:  Pelatih Thailand Lakukan Segala Cara demi Hentikan Marselino Ferdinan

Bahkan, yang lebih menyakitkan adalah beberapa menit sebelum laga berakhir. Pemain Thailand tidak ingin merebut bola dari penguasaan pemain Vietnam. Terdapat pula beberapa adegan di mana pemain sedikit-sedikit cidera padahal pemain tersebut tidak melakukan kontak serius dengan lawan.

“Tentu kami sangat ingin memenangkan laga melawan Vietnam. Tapi mereka dengan cepat mengatur ulang permainan, menyerang, dan kemudian mencetak gol,” papar Salvador Garcia, pelatih Thailand sebagaimana dilansir dari .

Salvador kemudian mengeluhkan fisik anak asuhnya sehingga timnya kesulitan mengembangkan permainannya. Salvador mengklaim anak asuhnya sangat kelelahan.

“Pada akhir pertandingan, banyak pemain lelah karena kami mengerahkan semua laga untuk laga ini. Momen ini benar-benar membuat pemain sulit. Pemain saya sangat lelah sehingga sulit untuk melawan. Bagaimanapun, mencetak gol melawan tim kuat seperti Vietnam juga merupakan hal yang positif,” tambahnya lagi.

Pelatih Vietnam menyebut anak asuhnya bermain gugup. Dinh The Nam mengklaim skuad muda Vietnam memasuki pertandingan dengan mental yang sudah turun.

Berita Terkait:  Krisis Striker, Timnas Malaysia Diminta Tiru Gaya Bermain Timnas Indonesia

“Para pemain memasuki pertandingan dengan mentalitas gugup. Kami tidak bisa mengontrol pertandingan, banyak umpan salah dan sering terburu-buru. Mereka kemudian bisa mendapatkan kecepatan dan menjadi lebih stabil secara psikologis,” papar Dinh The Nam.

Ketika babak kedua berjalan, Dinh The Nam mengaku stamina pemainnya berkurang drastis. Ia tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil menyerang. Namun karena anak asuhnya terlalu lelah, instruksi yang ia berikan tidak diterapkan dengan maksimal.

“Setelah imbang pada babak kedua, kami memang tidak bisa menekan Thailand karena stamina pemain yang berkurang drastis. Saya menginstruksikan para pemain penyerang agar terus menekan. Namun hal itu tidak efektif karena stamina pemain yang menurun,” tutupnya.