Anime & Manhwa

Anichin Battle Through the Heavens S5 Ep 178: Xiao Yan vs Saint Iblis Huang Quan

Spoiler Donghua BTTH Season 5 Episode 178: Xiao Yan Lolos Ujian Maut, Suku Piton Tunduk

NOBARTV NEWS Battle Through the Heavens – Antusiasme para penggemar donghua di tanah air kembali memuncak menjelang akhir pekan ini. Serial unggulan Battle Through The Heavens (BTTH) atau Doupo Cangqiong siap merilis Episode 178 yang dijadwalkan tayang di platform streaming seperti Anichin pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Episode ini digadang-gadang akan menjadi salah satu momen visual paling spektakuler di tahun ini, menandai babak baru dalam perjalanan Xiao Yan di wilayah suku Nine Serene Deep Ground Python. Setelah sukses membantu Yao Ming merebut kembali takhta ketua suku lewat pertarungan brutal yang menguras tenaga, Xiao Yan kini tidak punya waktu untuk beristirahat karena tantangan yang jauh lebih berbahaya telah menanti di depan mata.

Fokus utama Episode 178 akan membawa penonton menyelami misteri Prasasti Batu Huang Quan, sebuah artefak kuno yang menyimpan warisan kekuatan dari masa lampau. Berdasarkan alur cerita dari novel aslinya, episode ini bukan lagi soal adu fisik semata, melainkan ujian mental dan spiritual tingkat tinggi. Xiao Yan harus berhadapan langsung dengan sisa jiwa dari legenda yang pernah mengguncang Benua Dou, yakni Saint Iblis Huang Quan (Demon Saint Huang Quan). Taruhannya sangat tinggi: jika gagal, jiwanya akan hancur lebur di dalam prasasti; namun jika berhasil, ia akan mewarisi teknik tempur Tingkat Tian yang legendaris serta Essence Blood yang sangat vital bagi evolusi orang-orang terdekatnya.

Duel Rohani: Konfrontasi di Alam Kehampaan

Memasuki dimensi lain di dalam Prasasti Batu Huang Quan, Xiao Yan langsung disambut oleh tekanan spiritual yang mencekik. Berbeda dengan pertarungan di dunia nyata, di dimensi ini kekuatan fisik tidak memiliki arti. Xiao Yan harus mengandalkan kekuatan jiwanya yang telah mencapai Tahap Heavenly State (Negeri Surga) untuk bertahan. Visualisasi dunia dalam prasasti ini diprediksi akan digambarkan dengan nuansa kelam dan agung, mencerminkan kedalaman kekuatan sang pemilik asli. Di sinilah sosok Saint Iblis Huang Quan menampakkan diri, bukan sebagai musuh yang penuh kebencian, melainkan sebagai penguji yang mencari pewaris layak.

Ketegangan memuncak ketika Saint Iblis memutuskan untuk menguji ketahanan Xiao Yan dengan serangan pamungkasnya. Ini bukan serangan biasa, melainkan gelombang kejut spiritual yang mampu menghapus kesadaran seorang Dou Zun dalam sekejap mata. Xiao Yan yang menyadari bahaya fatal ini tidak tinggal diam. Dengan kecerdasan tempurnya yang luar biasa, ia memanggil perlindungan terbaik yang dimilikinya: Api Surgawi. Perpaduan antara aura emas dari kekuatan jiwa Xiao Yan dan kobaran api warna-warni yang melindunginya menciptakan kontras visual yang memukau di tengah kegelapan alam prasasti tersebut.

Momen ini menjadi pembuktian bahwa Xiao Yan bukan sekadar kultivator yang beruntung, melainkan sosok dengan mental baja yang berani menatap mata kematian. Interaksi antara Xiao Yan dan Saint Iblis di fase ini juga mengungkap sisi lain dari sejarah Benua Dou, memberikan kedalaman lore yang sering kali menjadi daya tarik utama bagi para penggemar setia serial ini. Keberanian Xiao Yan untuk tidak mundur setapak pun di hadapan tekanan aura setengah-Dou Di menjadi sorotan utama yang akan membuat penonton menahan napas.

Gema Kehancuran: Teknik “Amarah Dewa” dan Panen Besar

Klimaks dari episode ini adalah saat Xiao Yan berhasil menahan teknik “Yellow Spring Divine Anger” atau Amarah Dewa Mata Air Kuning. Keberhasilan ini membuat sisa jiwa Saint Iblis mengakui kelayakan Xiao Yan. Sebagai imbalannya, Xiao Yan mendapatkan transfer ilmu secara langsung. Ia memperoleh tiga rangkaian teknik Tingkat Tian yang saling melengkapi: Jari Mata Air Kuning (Yellow Spring Finger), Telapak Mata Air Kuning (Yellow Spring Palm), dan yang paling mematikan, Amarah Dewa Mata Air Kuning (Yellow Spring Divine Anger). Teknik terakhir ini adalah senjata sonik yang menyerang jiwa, sebuah kemampuan yang sangat efektif untuk melawan musuh bebuyutan Xiao Yan dari Aula Jiwa (Hall of Souls) di masa depan.

Namun, hadiah terbesar bukan hanya teknik beladiri. Xiao Yan juga berhasil mendapatkan Essence Blood atau Darah Sari dari Saint Iblis Huang Quan. Cairan emas yang memancarkan energi murni ini adalah kunci utama yang dicari Xiao Yan untuk membantu Cai Lin (Medusa) menerobos batasan garis keturunannya nanti. Adegan penyerahan warisan ini digambarkan sangat emosional dan epik, di mana Saint Iblis akhirnya memudar dengan tenang, meninggalkan jejak kekuatannya pada generasi baru yang diwakili oleh Xiao Yan.

Setelah keluar dari prasasti, reaksi Yao Ming dan para tetua suku Piton menjadi penutup yang manis. Melihat Xiao Yan keluar dengan selamat dan aura yang semakin kuat, rasa hormat Yao Ming berubah menjadi kekaguman mutlak. Aliansi antara faksi Xiao Yan dan suku ular purba ini pun semakin tak tergoyahkan. Episode 178 ini secara efektif menutup mini-arc perebutan kekuasaan di suku Piton dan membuka jalan bagi Xiao Yan untuk kembali ke peradaban manusia dengan membawa kekuatan baru yang siap mengguncang keseimbangan kekuatan di Dataran Tengah.

Poin Penting & Jadwal Rilis BTTH Episode 178

Berikut adalah rangkuman data penting mengenai Episode Terbaru yang wajib diketahui penggemar:

Kategori Detail Informasi
Judul Serial Battle Through the Heavens (Doupo Cangqiong): Nian Fan
Episode 178
Jadwal Rilis (Anichin) Sabtu, 20 Desember 2025
Arc Cerita Warisan Prasasti Huang Quan (Huang Quan Tablet Arc)
Musuh/Penguji Sisa Jiwa Saint Iblis Huang Quan (Demon Saint Remnant Soul)
Teknik Baru (Tian Class) Yellow Spring Finger, Palm, & Divine Anger
Item Legendaris Demon Saint Essence Blood (Penting untuk Medusa)
Lokasi Wilayah Suku Nine Serene Deep Ground Python
Karakter Kunci Xiao Yan, Yao Ming, Demon Saint Huang Quan
Highlight Aksi Pertahanan Jiwa vs Serangan Sonik Amarah Dewa
Tanyakan ke AI Seputar Anime/Manga/Novel
AI
Halo! Aku bisa bantu menjawab pertanyaanmu seputar topik ini 🙌 Ada yang ingin kamu tanyakan?