Anichin Battle Through the Heavens (BTTH) Season 5 Episode 177: Kudeta Berdarah Nine Serene
Spoiler Anichin BTTH Season 5 Episode 177: Pertarungan Dou Sheng dan Runtuhnya Rezim Palsu
NOBARTV NEWS BTTH – Tabir kelam yang menyelimuti Suku Nine Serene Deep Ground Python akhirnya terkoyak lebar dalam tayangan terbaru Battle Through The Heavens (BTTH) Episode 177. Edisi Nian Fan minggu ini tidak sekadar menyajikan adu jurus, melainkan sebuah epik tragedi keluarga dan pembalasan dendam yang telah diperam selama ratusan tahun. Penonton dibawa menyelami kedalaman psikologis Yao Ming, sang raja sah yang dikhianati darah dagingnya sendiri, serta menyaksikan bagaimana Xiao Yan mengubah takdir sebuah kerajaan besar hanya dalam hitungan jam.
Episode bermula di kedalaman Nine Serene Spring yang mematikan, tempat di mana tekanan air dan energi dingin mampu meremukkan tulang seorang Dou Zun. Namun, bagi Xiao Yan, tempat ini justru menjadi panggung pertemuan tak terduga. Di tengah kegelapan abadi dasar mata air, ia menemukan sosok kurus kering yang terpasung rantai besi magis—Yao Ming. Narasi episode ini bergerak lambat namun intens, membangunkan empati penonton saat Xiao Yan mendengarkan kisah pilu pengkhianatan Yao Xiaotian, adik kandung Yao Ming, yang tega meracuni dan memenjarakan kakaknya demi sebuah tahta.
Gema Jeritan dari Dasar Abyss: Saat Rantai Pengkhianatan Terputus
Suasana di dasar mata air berubah drastis dari keputusasaan menjadi harapan yang membara. Xiao Yan, dengan insting tajamnya, menyadari bahwa membebaskan Yao Ming adalah kunci emas untuk mendapatkan akses aman bagi evolusi Medusa. Tanpa ragu, ia mengeluarkan pedang beratnya dan memanipulasi Api Surgawi untuk melelehkan rantai yang telah menahan Yao Ming selama berabad-abad. Bunyi gemerincing rantai yang putus seolah menjadi lonceng kematian bagi rezim Yao Xiaotian di permukaan.
Namun, kebebasan fisik saja tidak cukup. Tubuh Yao Ming yang telah layu akibat siksaan ratusan tahun membutuhkan pemulihan instan. Di sinilah peran Xiao Yan sebagai Alkemis tingkat tinggi bersinar. Ia menyerahkan pil obat berharga yang seketika memulihkan vitalitas sang mantan ketua suku. Transformasi visual Yao Ming dari sosok kerangka hidup menjadi pria gagah dengan aura Dou Sheng bintang dua yang meledak-ledak digambarkan dengan sangat dramatis, seolah seekor naga tidur yang baru saja membuka matanya.
Keduanya lantas melesat ke atas, menembus lapisan air dengan kecepatan supersonik. Di benak Yao Ming, tidak ada lagi rasa sakit atau lelah, yang tersisa hanyalah satu tujuan tunggal: menatap wajah adiknya dan menagih hutang darah yang belum terbayar.
Pesta yang Hancur: Kembalinya ‘Hantu’ Masa Lalu yang Menuntut Darah
Sementara itu di permukaan, Yao Xiaotian sedang menikmati kejayaannya, menggelar pertemuan dengan para tetua tanpa menyadari bahaya yang mengintai di bawah kakinya. Tiba-tiba, ketenangan danau Nine Serene pecah berantakan. Ledakan air raksasa membubung ke langit, mengirimkan gelombang kejut yang menggetarkan seluruh lembah. Dari balik tirai air yang jatuh, dua siluet manusia melayang dengan intimidasi yang mencekik udara di sekitarnya.
Mata Yao Xiaotian terbelalak, wajahnya pucat pasi seakan melihat hantu. Narasi visual di momen ini sangat kuat, menangkap detik-detik runtuhnya arogansi sang penguasa palsu saat menyadari “mayat” yang ia kubur di dasar air kini berdiri tegak di hadapannya. Teriakan Yao Ming yang menggema, mendeklarasikan kejahatan adiknya di hadapan seluruh suku, menjadi titik balik yang menghancurkan legitimasi Yao Xiaotian. Para tetua dan anggota suku terdiam, terjebak dalam kebingungan dan ketakutan melihat dua raja—satu asli, satu palsu—siap saling bunuh.
Duel Maut Dua Front: Amukan Yao Ming dan Dominasi Mutlak Xiao Yan
Pertempuran pun tak terelakkan dan pecah menjadi dua poros yang mengerikan. Yao Ming menerjang Yao Xiaotian dengan keganasan yang sulit dilukiskan kata-kata. Setiap pukulan yang ia lancarkan bukan sekadar teknik bela diri, melainkan manifestasi dari ratusan tahun penderitaan sepi di dasar air yang dingin. Ia mendesak adiknya tanpa ampun, mengubah arena pertarungan menjadi neraka bagi sang pengkhianat yang kini tampak kerdil di hadapan kakaknya yang sedang murka.
Di sisi lain, Xiao Yan menghadapi Tetua Pertama yang mencoba ikut campur. Sang Tetua, dengan kesombongan khas ras binatang buas, awalnya meremehkan manusia muda ini. Namun, narasi pertempuran berubah menjadi tontonan sepihak yang memalukan bagi pihak musuh. Xiao Yan tidak menggunakan trik rumit; ia hanya mengaktifkan King Kong Glass Body miliknya, membuat tubuhnya sekeras berlian. Ketika tongkat ular sang Tetua menghantam tubuh Xiao Yan, justru senjata itulah yang terpental, sementara Xiao Yan tak bergeming sedikitpun.
Xiao Yan kemudian membalas dengan kombinasi serangan fisik dan letupan Api Surgawi. Ia bergerak lincah di antara serangan energi musuh, mendaratkan pukulan demi pukulan yang meretakkan pertahanan Dou Qi Tetua Pertama. Penonton disuguhi pemandangan di mana seorang Dou Sheng dari klan ular kuno dipermainkan layaknya anak kecil oleh Xiao Yan. Puncaknya, sebuah hantaman telak dari Xiao Yan mengirim sang Tetua terkapar, memaksanya menyadari bahwa mereka telah menendang papan besi yang salah.
Kemenangan total di episode ini ditutup dengan pemandangan Yao Xiaotian dan Tetua Pertama yang terluka parah dan tak berdaya. Yao Ming resmi merebut kembali tahtanya, dan sebagai imbalan atas jasa tak ternilai ini, Xiao Yan mendapatkan izin eksklusif untuk menggunakan Nine Serene Spring. Jalan bagi Ratu Medusa untuk berevolusi kini terbentang luas tanpa halangan, menutup episode 177 dengan kepuasan sempurna bagi para penggemar.
Poin Kunci & Data Spoiler BTTH Episode 177
Berikut adalah ringkasan data penting dari narasi episode di atas:
| Karakter | Peran & Aksi Utama | Status Akhir di Episode 177 |
| Yao Ming | Korban kudeta, dibebaskan Xiao Yan. | Menang. Pulih kekuatan ke 2-Star Dou Sheng & merebut kembali posisi Ketua Suku. |
| Xiao Yan | Penyelamat & Eksekutor. | Dominan. Mengalahkan Tetua Pertama dengan mudah & mengamankan lokasi untuk Medusa. |
| Yao Xiaotian | Antagonis utama (Adik Yao Ming). | Kalah Telak. Kejahatannya terbongkar & dihajar habis-habisan oleh kakaknya. |
| Tetua Pertama | Sekutu antagonis. | Terluka Parah. Dipermalukan oleh kekuatan fisik & api Xiao Yan. |
| Lokasi | Nine Serene Spring (Dasar & Permukaan). | Beralih kepemilikan kembali ke Yao Ming; siap digunakan Cai Lin. |