Bagus Kahfi

NOBAR TV NEWS – Bagus Kahfi sang striker diharapkan bisa membela Indonesia yang saat ini kekurangan striker hebat, namun di catatan Shin Tae-yong Bagus Kahfi gagal bermain apik kala Kualifikasi 2022.

bermain dengan cukup baik di 2 laga melawan , dengan 7 gol dan hanya kebobolan 1 kali membuat Timnas Indonesia dipuji oleh banyak suporter. Meski memberi banyak pujian, ada juga suporter yang mengkritik lini depan Timnas Indonesia terutama striker murni seperti Dedik dan Saghara.

Kedua pemain tersebut tidak mencetak gol padahal posisinya adalah striker murni, di laga kedua justru Terens Puhiri yang asalnya adalah pemain winger lalu dipaksa menjadi striker dan berhasil mencetak gol. Melihat kekurangan striker yang bagus, suporter Timnas Indonesia berharap Shin Tae-yong memanggil Bagus Kahfi, namun pengalaman buruk di masa lalu mungkin membuat Shin Tae-yong enggan panggil Bagus Kahfi.

Momen itu terjadi saat Bagus Kahfi diberi kepercayaan untuk menjadi striker di Timnas Indonesia U-23 untuk Kualifikasi U-23 2022. Saat itu Timnas Indonesia melawan dalam U-23 2022, dalam laga tersebut Bagus Kahfi cukup mengecewakan.

Di leg pertama (26/10/2021) Bagus Kahfi yang bermain di FC Utrecht mendapatkan kepercayaan bermain sejak menit awal namun tidak bisa mencetak gol hingga menit ke 70 dan ia digantikan oleh Taufik Hidayat. Taufik Hidayat masuk hanya beberapa menit, langsung mencetak gol dan leg pertama ditutup dengan kemenangan oleh Australia 3-2.

Di leg kedua, Bagus Kahfi dicadangkan oleh Shin Tae-yong dan masuk menjadi pemain pengganti di menit 57 menggantikan Saghara. Bermain di menit 57 namun di menit 84 dirinya digantikan oleh Komang Teguh, permainannya yang buruk membuat Shin Tae-yong tak ingin memainkannya terlalu lama, padahal Timnas Indonesia butuh gol.

Akhirnya leg kedua ditutup dengan kemenangan Australia 1-0, dengan begitu agregat menjadi 4-2 Timnas Indonesia harus tersingkir. Permainan buruknya ia akui melalui Instagram, Bagus Kahfi menganggap itu bagian dari proses beradaptasi dengan Shin Tae-yong.

“Sangat menyadari banyak kesalahan dan kekurangan,” tulis Bagus (30/10/2021).

“Ya bagian dari proses dan belajar di posisi yang baru dan harus cepat beradaptasi sama apa yang pelatih mau.”

“Lepas dari itu semua harus banyak introspeksi diri supaya ke depan bisa lebih baik lagi, terima kasih semuanya, mohon maaf,” tandasnya.