Shin Tae-yong Kesal Anak Asuhnya Jadi Cadangan di Liga Indonesia
STY ketika mengikuti rapat evaluasi U-19 di Kantor PSSI

NOBARTV NEWS – Pelatih , Tae-yong kesal karena beberapa punggawa hanya menjadi pemain cadangan ketika bermain di klubnya. Padahal, menurutnya, pemain-pemain tersebut merupakan pemain terbaik yang seharusnya mendapatkan tempat di skuad utama (klub).

Sebagaimana diketahui, STY menerapkan peraturan yang cukup ketat untuk skuad . Selain wajib memiliki skill yang mumpuni, setiap pemain juga harus memiliki attitude yang baik. Jadi, jangan harap bisa masuk skuad Timnas meski skill di atas rata-rata namun sikap indispliner seringkali dilakukan.

Beberapa pencoretan pemain pernah dilakukan STY kepada anak asuhnya. Seperti Nurhidayat Haji Haris. Pemain yang kini berseragam itu sering melakukan pelanggaran berupa telat berkumpul ketika skuad sedang rapat – atau seperti yang kedapatan keluar di saat pemain lainnya sedang istirahat.

Setelah mendidik anak asuhnya sedemikian ketat dan disiplinnya, Tae-Yong pun dibuat heran dengan beberapa klub yang justru membangkucadangkan para pemainnya tersebut. Coach tidak mengerti kenapa pelatih klub Liga Indonesia justru lebih sering menggunakan pemain asing.

Berita Terkait:  Arhan Kenakan Nomor Punggung 38, Tokyo Verdy Klaim Jerseynya Sold Out!

Padahal, Coach Shin membutuhkan mereka untuk tampil di level klub untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka, apakah layak atau tidak untuk dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Sayang, kehadiran pemain lokal tergerus dengan kedatangan pemain asing. Mereka jarang mendapatkan tempat untuk membuktikan kualitasnya.

“Kedepannya, harus membuat striker yang baik agar Timnas (Indonesia) banyak memiliki striker yang bisa mencetak gol,” ujar STY dalam podcast Sport77Official beberapa waktu lalu.

“Saya menyayangkan pemain yang saya pilih dan bermain di Timnas Indonesia, malah tidak jadi pemain utama di klubnya,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, mantan arsitek Timnas Selatan di Piala Dunia 2018 itu ingin Liga Indonesia lebih berkembang lagi. Sebab, jika kompetisi (domestik) makin berkembang maka efek positif akan mengalir ke tim nasionalnya. Dalam artian, Timnas Indonesia akan lebih berkualitas jika kompetisi dalam negerinya berjalan baik dan lancar.

“Kompetisi harus kuat, baru bisa menjadikan Timnas Indonesia yang kuat. Memang masalah paling besar di Liga Indonesia itu ada di sektor bek dan striker yang selalu diisi pemain asing,” tutupnya.

Berita Terkait:  SEA Games 2021 : Berikut Jadwal Pamungkas Timnas Indonesia vs Myanmar