Shin Tae-yong Kesal Anak Asuhnya Jadi Cadangan di Liga Indonesia

Shin Tae-yong Kesal Anak Asuhnya Jadi Cadangan di Liga Indonesia

Shin Tae-yong Kesal Anak Asuhnya Jadi Cadangan di Liga Indonesia
STY ketika mengikuti rapat evaluasi di Kantor PSSI

NOBARTV NEWS , Shin Tae-yong kesal karena beberapa punggawa hanya menjadi pemain cadangan ketika bermain di klubnya. Padahal, menurutnya, pemain-pemain tersebut merupakan pemain terbaik Indonesia yang seharusnya mendapatkan tempat di utama (klub).

Sebagaimana diketahui, STY menerapkan peraturan yang cukup ketat untuk . Selain wajib memiliki skill yang mumpuni, setiap pemain juga harus memiliki attitude yang baik. Jadi, jangan harap bisa masuk Timnas Indonesia meski skill di atas rata-rata namun sikap indispliner seringkali dilakukan.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Beberapa pencoretan pemain pernah dilakukan STY kepada anak asuhnya. Seperti Nurhidayat Haji Haris. Pemain yang kini berseragam itu sering melakukan pelanggaran berupa telat berkumpul ketika skuad sedang rapat – atau seperti Yudha Febrian yang kedapatan keluar di saat pemain lainnya sedang istirahat.

Setelah mendidik anak asuhnya sedemikian ketat dan disiplinnya, Shin Tae-Yong pun dibuat heran dengan beberapa klub yang justru membangkucadangkan para pemainnya tersebut. Coach Shin tidak mengerti kenapa klub justru lebih sering menggunakan pemain asing.

Berita Terkait:  Top Skorer BRI Liga 1, Ilija Spasojevic Jadi Incaran 3 Klub Thailand

Padahal, Coach Shin membutuhkan mereka untuk tampil di level klub untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka, apakah layak atau tidak untuk dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Sayang, kehadiran pemain lokal tergerus dengan kedatangan pemain asing. Mereka jarang mendapatkan tempat untuk membuktikan kualitasnya.

“Kedepannya, harus membuat striker yang baik agar Timnas (Indonesia) banyak memiliki striker yang bisa mencetak gol,” ujar STY dalam podcast Sport77Official beberapa waktu lalu.

“Saya menyayangkan pemain yang saya pilih dan bermain di Timnas Indonesia, malah tidak jadi pemain utama di klubnya,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, mantan arsitek Timnas Selatan di 2018 itu ingin lebih berkembang lagi. Sebab, jika kompetisi (domestik) makin berkembang maka efek positif akan mengalir ke tim nasionalnya. Dalam artian, Timnas Indonesia akan lebih berkualitas jika kompetisi dalam negerinya berjalan baik dan lancar.

“Kompetisi harus kuat, baru bisa menjadikan Timnas Indonesia yang kuat. Memang masalah paling besar di itu ada di sektor bek dan striker yang selalu diisi pemain asing,” tutupnya.

Berita Terkait:  Exco PSSI : Naturalisasi Tidak Akan Bunuh Cita-cita Anak Muda Indonesia

 

 

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses