Pernah Nyalon Jadi Ketum PSSI, Kurniawan Dwi Yulianto Blak-blakan Terkait Jual-Beli Suara di KLB 2016

Pernah Nyalon Jadi Ketum PSSI, Kurniawan Dwi Yulianto Blak-blakan Terkait Jual-Beli Suara di KLB 2016

NOBARTV NEWS – Tahun 2016 akan menjadi tahun tak terlupakan bagi legenda Kurniawan Dwi Yulianto. Saat itu, Kurniawan mencalonkan diri sebagai salah satu Ketum pada . Ia sangat-sangat kecewa karena praktek jual-beli suara dilakukan secara terang-terangan.

Dalam tersebut, Kurniawan bersaing dengan 8 nama lainnya yakni Letjen TNI Edy Rahmayadi, Moeldoko, Sarman El Hakim, Prof. Djohar Arifin Husin, Eddy Rumpoko, Tonny Apriliani, Bernhard Limbong, dan Erwin Aksa.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

Kurniawan menjadi satu-satunya calon yang berstatus sebagai mantan pesepakbola nasional. Namun ia begitu kecewa dan mengaku kapok untuk mengikuti konsestasi lagi. Termasuk dengan pemilihan Ketua Umum pada Pebruari 2023 mendatang ini.

Dalam salah satu podcastnya bersama mantan Ketua (Komisi Pemberantasan Korupsi) Abraham Samad, Kurniawan Dwi Yulianto menceritakan soal isu miring jual-beli suara dalam .

“Yang saya dengar iya, saya tak berani memastikan. Saya hanya berani memastikan 2016 saya sempat mencalonkan. Saya saat itu tergerak, saya kalah tuh pasti, saya merasa,” buka Kurniawan Dwi Yulianto dalam podcast tersebut.

Berita Terkait:  Media Vietnam Sindir Target STY Bersama Indonesia di Piala Asia 2023

“Yang saya inginkan membuka para senior-senior yang paham organisasi silakan masuk, saya berharapnya pesepak bola yang tahu organisasi, manajemen ada di dalam. Niat saya untuk membukakan mereka,” tambahnya.

Kurniawan mengaku kaget karena secara tiba-tiba, ia mendapatkan telepon dari orang yang tak ia kenal. Seseorang itu bahkan menanyakan siapa orang yang berada di balik Kurniawan sehingga ia berani mencalonkan diri.

“Apa yang terjadi saya kaget 2016, saya diteleponin yang bahkan saya ga kenal. ‘Kurniawan di belakangnya ini siapa sebenarnya.’ Saya tanya kenapa, terus dijawab, ‘Saya bisa dapatkan sekian suara, satu suara sekian.’ Oh ternyata begitu,” kata Kurniawan lagi.

“Saya bilang, oh enggak. Saya kalah pasti, modal saya kebaikan saja. Yang ke saya yang lain ga tahu. Makanya dia nanya di belakang saya siapa. Itu tahun 2016. Mudah-mudahan gak ada lagi, saya gak tahu,” tutur asisten FC itu.

Lebih miris lagi, Kurniawan sampai dibuntuti ketika hendak menuju toilet. Seseorang yang membuntutinya itu ingin membeli suara Kurniawan atau nama siapapun yang ingin dibeli suaranya.

Berita Terkait:  5 Fakta Menarik di Balik Kemenangan Indonesia 2 – 1 atas Vietnam: Pertahanan Garuda Paling Sulit untuk Ditembus

“Faktanya saya gak tahu, kemungkinan ya mungkin-mungkin saja, votersnya gak bisa jaga, tapi saya gak berani (bilang) pasti ada, kemungkinan, bisa iya bisa enggak. Ya itu best of my experience. Saat di kongres saja ke toilet, ada orang yang minta suara kepada saya. ‘Kurus, bisa gak dapatin sekian suara. Nanti satu suara kami berani bayar sekian.”

“Pas itu gak sampai ratusan (juta). Terus kata dia, ‘Ya cari kan dari Jawa siapa tahu ada yang ini (mau).’ Saya bilang jelek-jelek gini calon juga ya, bukan calo. Tapi saya gak tahu itu siapa, mungkin calo, saya berani ngomong karena saya alami itu. Yang lain ga berani (bahas),” tutup eks pemain yang pernah membawa ke , 2000, dan 2004 itu.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses