Pelatih Malaysia Sayangkan Keputusan Indonesia Mundur dari AFF U-23
pasca dikalahkan di final Piala AFF tahun lalu

NOBARTV NEWS Malaysia U-23, Brad Maloney sangat menyayangkan keputusan Indonesia mundur dari turnamen . Padahal, pelatih berkebangsaan Australia itu sangat ingin menghadapi anak asuh Shin Tae-Yong tersebut.

Sebelum menuju Kamboja, U-23 terlebih dahulu melakukan dua uji coba. Pada uji coba pertama, Timnas Malaysia memetik hasil imbang tatkala menghadapi klub Ramdani, Sabah FA. Skor yang sama didapatkannya kembali ketika melakukan uji coba kedua kontra .

Timnas Malaysia U-23 sebelumnya tergabung di grup B Piala AFF U-23 bersama Indonesia, Laos, dan .

Keputusan Indonesia yang menarik diri membuat grup B menyisakan tiga negara tersebut. Padahal, pertemuan antara Malaysia vs Indonesia sudah dinantikan banyak orang pasca tim senior Malaysia dilumat Indonesia pada AFF tahun lalu.

“Sungguh disayangkan Indonesia harus mundur. Kami sebenarnya sudah tidak sabar melawan mereka di ajang ini. Padahal, mereka memiliki banyak pemain muda potensial yang dapat bersinar,” ujar Maloney.

Bukan hanya Maloney, banyak pihak termasuk pecinta sepak bola Indonesia juga prihatin dengan nasib Timnas Indonesia. Bagaimana tidak, menjelang hari keberangkatan, PSSI mengumumkan jika terdapat tujuh pemain Indonesia positif covid-19.

Mereka adalah Ronaldo Joybera R Junior, Muhammad Ferrari, Braif Fatari, Taufik Hidayat, , Ahmad Figo Ramadhani, dan Cahya Supriyadi.

Tanpa hadirnya Timnas Indonesia, Brad Maloney tidak mau besar kepala. Laga menghadapi Myanmar dan Laos menurutnya akan cukup menyulitkan skuad Harimau Malaya.

“Pertandingan pertama kami akan berjumpa Myanmar. Bisa dibilang kami hanya memiliki sedikit data tentang tim ini. Sebab, kami tidak pernah bertemu sebelumnya,” terang Maloney.

“Sehingga, laga kontra Myanmar yang dihelat Selasa (15/2/2022) atau hari ini dipastikan tidak akan mudah. Saya berharap, pertandingan nanti berlangsung seru dan kompetitif,” tutupnya.

Adapun Myanmar yang menjadi lawan Malaysia nanti sudah mempersiapkan diri dengan cukup matang. Mereka sudah melakukan pemusatan latihan sejak 10 Januari lalu. Myanmar juga diperkuat oleh satu pilar FC Leganes, Arthur Pha.

Sedangkan Laos, sudah cukup siap meladeni kontestan lain di grup B nanti bermodalkan nahkoda baru yakni Michael Weiss.

“Di bawah pelatih baru yang diangkat, Michael Weiss, skuad beranggotakan 27 pemain sudah berlatih sejak pertengahan bulan lalu. Mereka ingin membuat dampak besar di turnamen tahun ini,” tulis aseanfootball.org

Jadi, semua tim memiliki kesempatan yang sama di grup B. Tidak ada tim unggulan setelah Indonesia memastikan tidak terlibat dalam turnamen ini.