Miris, Senica Tak Mampu Gaji Pemain, Bagaimana Nasib Egy Maulana Vikri?
Egy dalam sesi wawancara dengan FK

NOBARTV NEWS – Krisis keuangan tengah dialami oleh klub , FK Senica. Klub tidak mampu membayar hutang hingga para pemainnya dipaksa untuk bermain tanpa menerima gaji hingga akhir musim ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, hutang Senica mencapai 1 juta euro atau sekitar 15,7 miliar rupiah.

Karena krisis finansial tersebut, pihak klub bahkan meminta para pemainnya untuk menggunakan uang pribadi ketika akan menjalani laga tandang. Hal ini menandakan kalau tidak semuanya klub memiliki manajemen keuangan yang baik.

“Pemain tidak akan menerima gaji sampai akhir musim. Mereka harus melakukan perjalanan dengan mobil dan biaya sendiri ketika bertanding ke markas lawan,” tulis satu media setempat, Sport SK.

Sebelumnya, Direkrut Klub Senica, mengaku mendapatkan cukup uang dari Egy dan . Mereka (pihak klub) memanfaatkan penampilan Egy dan Witan dengan menyoroti kedua pemain tersebut. Kemudian mengunggahnya di youtube, instagram, dan berbagai kanal media sosial lainnya.

Setelah itu, mereka memonetisasi semua hal yang berkaitan dengan dua pemain itu untuk menghasilkan uang.

Meski demikian, David Balda tetap memilih keluar dari Senica. Hal itu dilakukannya ketika Senica sedang terlilit hutang yang tak kunjung mereka bayarkan.

Salah seorang pemain Senica, Pavel Pavlik turut mengeluhkan nasib klub yang dibelanya.

“Ini adalah tamparan keras. Ini adalah waktu yang sulit, tidak hanya bagi kita tetapi juga seluruh keluarga,” ujarnya.

“Namun di lain sisi, situasi seperti ini tidak bisa dibiarkan terjadi terus menerus,” lanjutnya lagi.

Lalu, bagaimana nasib dua pemain Timnas Indonesia dengan hal ini?

Egy dan Witan masih terikat kontrak dengan klub tersebut. Witan hanya bertahan hingga akhir musim ini karena ia berstatus sebagai pemain pinjaman dari klub , Lechia Gdansk. Sedangkan Egy, ia terikat dengan Senica hingga 30 Juni 2023.

Jika nasib buruk terus menimpa Senica – bahkan jika klub sampai terdegradasi ke Liga 3 Slovakia, maka jalan yang tepat adalah meninggalkan klub dan memilih untuk mencari petualangan lain.

Di tengah situasi sulit tersebut, Egy Maulana Vikri menulis sebuah caption di salah satu unggahan instagramnya. Unggahan itu mengisyaratkan keadaan yang saat ini tengah dihadapi Senica.

“Masa-masa sulit selalu mengalah pada sesuatu yang menyenangkan” tulis Egy Maulana Vikri.