Media Singapura Klaim Absennya Indonesia Bantu Negaranya Juara AFF U-23
Irfan Jaya berusaha mempertahankan bola dari pemain Singapura

NOBARTV NEWS – Timnas Singapura tergabung di grup C pada turnamen U-23 di Kamboja. Menurut media setempat, absennya Indonesia akan memudahkan timnya menjuarai turnamen antar negara Tenggara tersebut.

Timnas Singapura berada satu grup dengan Timnas Vietnam dan . Meski berada di grup yang diisi oleh dua negara terbaik di , Timnas Singapura, Naziri Nazir yakin skuad mudanya akan keluar sebagai grup. Bahkan, ia menargetkan Timnas Singapura keluar sebagai juara.

“Kami ingin menang. Kami tidak pergi ke sana (hanya) sebagai berpartisipasi. Sudah lama sejak kami tampil baik di turnamen regional, terutama di tingkat pemuda,” ujar Naziri.

Absennya juara bertahan, Indonesia membuat banyak klaim dari berbagai tim. Tentu, semuanya sama-sama menjagokan tim-nya masing-masing. Sebelum diputuskan mundur dari turnamen , hanya yang difavoritkan keluar sebagai juara.

Kini, absennya Indonesia menimbulkan banyak opini publik terkait kompetisi ini.

satu media ternama Singapura, Straits Time bahkan mengklaim negaranya akan mudah menjalani fase grup. Seolah-olah, Thailand dan Vietnam bukanlah lawan yang akan menyulitkannya.

Alasan yang cukup masuk akal jika kita melihat komposisi skuad lain di grup C. Pasalnya, dua tim lain (Vietnam dan Thailand) di grup C tersebut hanya membawa pemain mudanya saja. Tanpa diisi oleh pemain U-23 yang biasa mengisi skuad utamanya.

“Tujuan mereka untuk memenangkan turnamen akan didorong oleh keputusan rival mereka untuk menurunkan tim yang kurang kuat dan tidak adanya pemegang juara Indonesia,” tulis Straits Time.

Mundurnya Timnas Indonesia menimbulkan semangat baru bagi tim lain. Peta kekuatan memang belum teruji pasti. Sebab pertandingan pertama baru dilangsungkan satu hari yang lalu. Sedangkan Singapura, belum sama sekali melakoni laga di grup C.

Badai covid-19 dan cidera yang menimpa Indonesia sepertinya menjadi berkah tersendiri bagi tim lain, khususnya Singapura. Sebelumnya, PSSI, Kemenpora, dan pelatih Timnas Indonesia sudah memutuskan untuk tidak mengikuti turnamen tersebut buntut dari banyaknya pemain cidera dan tertimpa covid-19.