Mantan Pemain Andalan Luis Milla di Timnas Indonesia Hengkang dari Arema FC

NOBARTV NEWS – Mantan pemain Timnas era Luis Milla, Hanif Sjahbandi dikabarkan berpisah dengan klub asal Jawa Timur, . Klub tidak memperpanjang Hanif yang masa kontraknya berakhir pada kemarin, 1 April .

Belum jelas alasan Hanif dilepas oleh manajemen Arema FC. Merunut laman transfermarkt, Hanif bermain cukup sering di musim lalu. Dari total 34 laga Arema FC di , Hanif tampil sebanyak 28 kali dengan torehan 1 gol dan 1 assist.

Sebagai pemain dengan posisi gelandang bertahan, Hanif telah mengoleksi 7 kartu kuning di musim lalu.

Hanif bermain untuk Arema FC sejak tahun 2017. Arema menjadi klub terlama yang pernah ia bela. Sebelumnya, Hanif pernah bermain untuk Pelita Jaya dan masing-masing selama satu musim saja.

Sedangkan di Arema, ia habiskan selama lima tahun lamanya.

Karir Hanif di Timnas Indonesia terjadi dari rentang umur hingga tim senior Timnas Indonesia. Sejak tahun 2016, Hanif telah membela , kemudian pada tahun 2017 hingga 2019, Hanif bolak-balik membela Timnas Indonesia U-23 dan senior.

Lewat akun instagramnya, Hanif mengucapkan salam perpisahannya kepada manajemen dan Aremania (fans Arema FC).

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga besar Arema FC, jajaran management, staff , staff official.” Tulis Hanif Sjahbandi.

“Para pemain, tim media, dan orang-orang yang ikut andil dalam karir saya selama di Arema FC,” lanjut Hanif.

Sebagai pemain yang selalu mengisi hampir starting eleven setiap laga, keputusan Hanif (hengkang dari Arema FC) membuat banyak fans menyayangkannya.

“Terima kasih sebanyak-sebanyaknya kepada Aremania/Aremanita dan orang-orang yang di mana pun dan dalam keadaan apapun selalu mendukung dan selalu percaya kepada saya.”

Tak lepas, Hanif juga mengucapkan rasa maafnya jika selama membela Arema, ia melakukan kesalahan untuk klubnya tersebut.

“Mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan dan kekuarangan selama saya berseragam Arema FC,” tutup Hanif.

Tidak diketahui apa alasan manajemen melepas Hanif. Padahal, klub tersebut juga kehilangan salah satu pemain terbaiknya musim lalu yakni Carlos Fortes.

Arema lebih memilih untuk mempertahankan kiper asingnya, dan sang pelatih, Eduardo Almeida.