Krisis Striker, Timnas Malaysia Diminta Tiru Gaya Bermain Timnas Indonesia
B Satiananthan, mantan pelatih

NOBARTV NEWS – Timnas diminta untuk meniru gaya bermain . Meski tanpa striker tajam, Timnas mampu mencapai babak final .

Hal tersebut menjadi perbincangan di negeri jiran Malaysia. Krisis striker yang sedang dialami oleh skuad Harimau Malaya membuat timnya cukup ketar-ketir. Apalagi, sampai berita ini terbit, Timnas Malaysia belum melakukan ujicoba sama sekali menjelang perhelatan mendatang.

Tanpa laga ujicoba, maka mereka tidak akan pernah tahu sejauh mana keproduktifan sebuah tim tersebut. Terlebih, di waktu yang mepet ini, Timnas Malaysia masih berusaha untuk mendatangkan pemain yang berkompetisi di Amerika serikat, Wan Ahmad Kuzri.

Wan Ahmad Kuzri tercatat pernah mengikuti pemusatan latihan dengan Timnas Malaysia . Namun kedatangannya masih dinanti-nanti oleh (Asosiasi Malaysia) berhubung Timnas Malaysia U-23 belum pede dengan skuad yang sudah ada.

Mantan pelatih Timnas Malaysia U-23, B Satiananthan memberi solusi agar Timnas Malaysia mengikuti apa yang sudah diterapkan Timnas Indonesia. Tampil di Piala AFF 2020, Timnas Indonesia mampu mencetak 20 gol yang di mana hanya 2 gol yang bersumber dari seorang striker. Itu menunjukkan Timnas Indonesia tetap ganas tanpa mengandalkan seorang striker.

Ia juga menyoroti kegagalan pemain lokal dalam menggusur pemain asing untuk bermain reguler di liga domestik. Menurutnya, para pemain asing meredupkan karir pemain lokal. Mengingat posisi striker banyak didatangkan dari luar negeri, maka striker lokal jarang terpakai padahal menurutnya kemampuan mereka (pemain lokal) tidak kalah hebat dari pemain asing. Ia mencontohkan Indonesia sebagai negara yang meski banyak dihuni pemain asing (di liga-nya), namun tim nasionalnya cukup berprestasi (runner-up Piala AFF).

“Lihat saja liga-liga di Thailand dan Indonesia. Meski liga mereka dipenuhi banyak pemain asing, mereka masih bisa finis sebagai juara dan runner up pada Piala AFF tahun lalu,” ujar B Satiananthan.

“Kita harus berhenti mengatakan bahwa pemain lokal tidak diberi kesempatan untuk bermain sepak bola reguler. Menghentikan pemain asing bermain di liga tidak akan membantu kompetisi,” tutup mantan pelatih Timnas Malaysia U-23 itu.