Jelang Keberangkatan ke Jepang, Yanto Basna Beri Pesan untuk Arhan
Pratama menggiring bola

NOBARTV NEWS – Dalam kurun beberapa tahun terakhir, banyak pemain Indonesia yang mencari peruntungan di luar negeri. satunya adalah . Mantan pemain itu memberikan petuahnya kepada Arhan sebelum ia meninggalkan tanah air Indonesia.

Arhan menjadi nama yang sering dibahas sejak resmi diperkenalkan klub barunya, Tokyo .

Bukan karena ia asli orang Indonesia saja. Tetapi karena ia adalah seorang pemain yang cukup bersinar bersama klub dan Indonesia.

Wajar saja jika media nasional kerap memberitakannya sejak saat itu. Dengan berlabuhnya Arhan, setidak-tidaknya posisi bek kiri Timnas Indonesia yang biasa ditempatinya terjamin aman untuk masa yang akan datang.

Yanto Basna pernah berada di posisi yang Arhan rasakan saat ini.

Sekitar 4 tahun yang lalu, Basna berlabuh ke salah satu klub Thailand, Khon Kaen FC.

Menurut Basna, saat itu pemain dari Indonesia kerap kali diremehkan oleh orang luar negeri. Berdasarkan pengalaman pribadinya, pemain asal Indonesia dianggap tidak memiliki kualitas mumpuni.

Namun, lambat laun, Yanto Basna membuktikannya sehingga sampai detik ini, ia masih bertahan di kasta tertinggi Liga Thailand.

Oleh Basna, Arhan diminta untuk membuktikan kualitasnya tersebut. Meski dianggap sebelah mata, Arhan harus bisa membuktikannya di atas lapangan.

Terlebih, dalam salah satu postingan perkenalannya di media sosial Tokyo Verdy, klub kasta kedua Liga itu memberi caption yang cukup menggugah. Yakni dengan menyebut Arhan adalah pemain muda terbaik turnamen AFF Suzuki Cup 2020.

Kualitas Arhan di atas lapangan akan selalu disorot berdasar prestasi yang ia raih sebelumnya.

“Ketika saya sampai di sana (Thailand), memang dari kacamata orang Thailand, melihat kita orang Indonesia, agak sedikit disepelekan. Nah itu sempat buat saya down, pasti dialami Pratama Arhan,” ujar Yanto Basna dalam acara Twitter Spaces.

Basna tidak menampik dirinya maupun pemain asal Indonesia, umumnya memiliki kualitas di bawah rata-rata dibanding pemain luar negeri lainnya.

“Itu harus disiapkan, karena memang kita harus terima bahwa level kita di bawah. Tapi bagaimana pemain motivasinya bahwa kita,” lanjutnya lagi.

Basna memperingati Arhan agar tidak menjadikan statusnya sebagai beban di kemudian hari. Ia berkata demikian sebab ia pernah terjebak pada hal tersebut, sehingga ia tidak mau juniornya itu melakukan hal serupa.

“Tapi, itu bukan jadi beban, dulu saya sempat jadikan beban. Setelah adaptasi akhirnya menjadi motivasi, saya pemain asing, main jelek bisa tak dapat klub atau susah dapat tim, atau turun,” tutup Basna.