Jelang AFF U-23, Malaysia Lakukan 2 Uji Coba Sedangkan Indonesia Justru Tertimpa Masalah
Aksi , salah satu pemain Sabah FC asal Indonesia berpeluang hadapi U-23

NOBARTV NEWS – Tergabung dengan Timnas Malaysia di B , tim yang berjuluk Harimau Malaya Muda itu menjadi ancaman utama bagi Timnas Indonesia nanti. Pasalnya, sebelum berangkat, Timnas Malaysia akan melakukan ujicoba dua kali sedangkan tidak melakukan ujicoba sama sekali.

Hal ini sangat disayangkan oleh fans . Pemusatan latihan yang terbilang cukup lama alangkah baiknya jika digunakan untuk laga ujicoba. Tidak perlu mengundang tim hebat, tim lokal yang berdomisili di sekitar tempat pemusatan latihan bisa menjadi opsi jika PSSI serius dengan target yang diinginkan.

Timnas Malaysia yang segrup dengan Indonesia bahkan mengundang dua tim papan atas Liga Malaysia dalam laga uji cobanya. Timnas Malaysia dijadwalkan akan melawan Sabah FC dan Kuala Lumpur FC. Sedangkan Indonesia hanya melakukan pemusatan latihan saja.

Pertandingan kontra Timor Leste beberapa waktu yang lalu tidak bisa menjadi tolak ukur kemampuan pemain kita. Pemain yang dipanggil saat ini pun tidak terlibat pada laga tersebut. Bahkan, beberapa pemain yang berlaga di FIFA Matchday tersebut tidak menjadi skuad yang dibawa ke Kamboja nanti. Maka, untuk mengukur kemampuan tim yang baru, PSSI seharusnya mewajibkan Timnas Indonesia U-23 untuk melakukan uji coba barang sekali.

Di saat FAM (Federasi Malaysia) disibukkan dengan laga ujicoba, nasib apes justru menimpa Timnas Indonesia. Selain tidak adanya uji coba, beberapa klub memprotes PSSI karena pemainnya dipanggil membela tim nasional di saat kompetisi sedang berjalan.

Kali ini Persija melakukan protes terkait banyaknya pemain mereka yang dipanggil. Dari 29 nama yang diminta untuk mengikuti pemusatan latihan di Bali, ada 5 pemain yang berasal dari Persija Jakarta. Mereka adalah Cahya Supriadi,Muhammad Ferarri, Syahrian Abimanyu, Irfan Jauhari, dan Taufik Hidayat.

Legenda sepak bola Indonesia yang saat ini menjadi manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas melontarkan protesnya, “Dalam kondisi seperti ini, sejujurnya sangat berat untuk melepas lima pemain itu ke tim nasional.”

Hal tersebut dirasa tidak adil jika nantinya Persija Jakarta berhadapan dengan tim yang tidak menyumbangkan satu pun pemainnya ke tim nasional.

Namun di satu sisi, Bepe tetap ikhlas menerima keputusan tersebut. Baginya, dipanggil oleh negara adalah suatu kewajiban yang tidak boleh ditolak.

“Persija memiliki perjanjian dengan sejarah untuk selalu berusaha memberikan sumbangsih terbaik bagi sepak bola Indonesia. Komitmen tersebut yang membuat kami memutuskan untuk melepas pemain ke tim nasional,” lanjutnya.

Di lain waktu, Shin Tae-Yong memberikan komentar terkait protes beberapa klub terhadap pemain yang dipanggil. Coach Shin sangat paham apa yang dirasakan oleh mereka. Namun, kebutuhan tim memaksa Shin Tae-Yong untuk memilih skuad terbaiknya.

“Jadi apapun semua jadwal dibicarakan ke PSSI. Saya berharap tidak ada salah paham untuk ini, saya ada pengalaman pernah menjadi klub. Jadi saya tau susahnya bagaimana. Saya berusaha sebaik mungkin memilih pemain dan juga berbaik hati ke tim profesional ,” balas Shin Tae-Yong menanggapi hal tersebut.