Ingin Cetak Pemain Seperti Witan, PSSI Hidupkan Kembali Liga Santri
Selebrasi Sulaeman

NOBARTV NEWS – Persatuan Sepak Bola Seluruh (PSSI) berencana akan kembali menghidupkan Liga Santri tahun ini. Rencananya, turnamen tersebut akan digelar dua minggu pasca hari raya Idul Fitri.

Liga Santri sempat diadakan beberapa tahun yang lalu. Namun, dikarenakan adanya pandemi yang menghantam Indonesia, maka turnamen tersebut pun dihentikan.

Tak tanggung-tanggung, PSSI menggandeng institusi sebagai mitra dalam mengadakan kompetisi ini.

“Liga Santri ini akan memakan waktu empat sampai enam bulan. Jadi kami berharap tahun ini selesai,” ujar Ketua Umum PSSI, .

Liga Santri dipastikan tidak akan menggangu kompetisi domestik Indonesia.

Adapun mekanismenya adalah babak penyisihan yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota sejak tanggal 20 Juni sampai 30 Juli 2022 mendatang.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada Agustus dan September, bagi tim yang lolos di tingkat kabupaten/kota tadi akan bersaing kembali di tingkat provinsi.

Dan pada akhirnya nanti, akan ada 34 tim yang berkompetisi di tingkat nasional. Di mana 34 tim tersebut merupakan di tingkat provinsi masing-masing. Lalu, ditambah lagi dengan 6 tim lain sehingga berjumlah total 40 tim.

Peran Asprov PSSI maupun kabupaten/kota sangat berpengaruh pada kompetisi ini. Sebab, mereka adalah penanggung jawab atas permulaan kompetisi ini.

“Semua ini nantinya diawasi Asosiasi Kabupaten/Kota dan Asosiasi Provinsi PSSI, bekerja sama dengan komando wilayah TNI AD setempat. Tim-tim terbaik dari provinsi akan melangkah ke putaran nasional yang rencananya berlangsung di Jakarta,” ujar pria yang biasa disapa Iwan Bule itu.

Di samping itu, KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman berharap agar turnamen ini nanti menghasilkan calon pesepakbola handal yang kelak menjadi tulang punggung tim nasional.

Sebelumnya, ada beberapa pemain berlabel timnas Indonesia yang berasal dari kalangan santri.

Mereka adalah Asnawi Mangkualam (Pesantren di Makassar), (Pesantren Syaikh Zainuddin Abdul Majid Anjani di NTB), Dedik Setiawan (Pesantren Liang Gunung), Agrawinata (Pesantren Al-Husna, Kediri), dan Evan (Pesantren NU Shafta Lontar Citra, Surabaya).