Hasani Abdulgani Diutus ke Belanda untuk Merekrut Pemain Keturunan Indonesia
, salah satu incaran

NOBARTV NEWS – Anggota , diutus oleh PSSI untuk menjaring pemain naturalisasi di negara kincir angin, . Rencananya, Hasani akan bertemu dengan keluarga Mees Hilgers dan Kevin Diks.

Meski kedua nama tersebut telah memutuskan untuk menutup pintu untuk Indonesia, PSSI tetap bersikukuh untuk merekrutnya. Pasalnya, berdasarkan pengakuan keduanya, mereka sama-sama ingin membela Timnas Indonesia. Namun, restu orangtua menjadi kendala utamanya.

Sehingga, PSSI mengirim Hasani untuk terbang ke Belanda. Jika berjalan sesuai rencana, Hasani akan bertemu dengan keluarga kedua pemain tersebut. Hasani menyebut hal itu sebagai sebuah silaturrahmi. Hasani berharap kedua orangtuanya berubah pikiran setelah Hasani menjelaskan rencananya.

Selain melakukan agenda seperti yang sudah disebutkan tadi, Hasani dijadwalkan akan merekrut pemain muda keturunan untuk berlaga di Piala Dunia tahun depan.

PSSI memiliki ketertarikan kepada pemain muda berdarah Indonesia, Kai Boham. Saat ini, Kai Boham masih berusia 18 tahun. Dengan itu, dia memiliki kesempatan untuk diikutkan dalam Piala Dunia tahun depan. Kai Boham tercatat sebagai pemain U-21. Ia berposisi sebagai seorang bek.

Selain Boham, Hasani akan menawarkan hal yang sama kepada penyerang muda Vitesse, Jim Croque. Usia Croque lebih muda dari Kai Boham yakni 17 tahun.

“Buat Timnas Indonesia U-20 ada lah. Ini sekalian kita lihat ke sana (Di Belanda). Kita kan tuan rumah (Piala Dunia U-20 2023), jadi sekalian pergi bisa lah kita ambil,” ujar Hasani.

Jika kedua pemain muda itu setuju dengan tawaran PSSI, maka ia akan menjadi tandem yang tepat untuk Ronaldo Kwateh dan Ferdinan.

Dua pemain yang masing-masing membela Persebaya dan Madura United itu digadang-gadang akan bersinar di . Sehingga, dengan bertambahnya dua pemain muda yang berkarir di Belanda tadi, besar kemungkinan permainan mereka akan lebih baik daripada biasanya.

Selain itu (berkunjung ke Belanda), Hasani akan ke Belgia untuk menyaksikan langsung permainan Sandy Walsh dan Jordi Amat. Hal itu dilakukannya sebelum keduanya resmi menyandang status Warga Negara Indonesia.