Hasani Abdulgani Direncanakan Bertemu Jordi Amat dan Sandy Walsh
Kolase foto dan Sandy Walsh

NOBARTV NEWS – Anggota , Hasani Abdulgani direncanakan akan berangkat ke Belanda dalam waktu dekat. Ia akan bertemu dengan dua calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jordi Amat dan Sandy Walsh.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Hasani Abdulgani ke awak media bolasport.com. Sebetulnya, Hasani dijadwalkan terbang ke Belanda sejak jauh-jauh hari. Namun dikarenakan visa yang tak kunjung keluar, ia pun terpaksa menunda pekerjaan rumah PSSI tersebut.

“Berangkat ke┬áBelanda┬átanggal 7 (April) dini hari,” jawab Hasani Abdulgani.

Di Belanda, Hasani akan berjumpa dengan Sandy Walsh dan Jordi Amat. Kedua pemain tersebut direncanakan akan segera berseragam Merah-Putih dalam waktu dekat. Keduanya diprediksi sudah bisa turun membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala 2023 mendatang.

“Akan ketemu dengan pemain juga, sudah ada ,” jawab Hasani.

Namun, dikarenakan berkas (naturalisasi) yang tak kunjung rampung, Hasani pun diutus PSSI untuk mengurusnya ke negara – di mana sang pemain dilahirkan. Karena PSSI pernah meminta surat keterangan yang kurang ke Kedutaan Belanda di Indonesia, namun pihak kedutaan meminta PSSI untuk langsung menuju Belanda.

“Tanggal 10 (April) saya ketemu Jordi (Amat). Tanggal 11 atau 12 ketemu Sandy Walsh,” jelasnya.

Saat ini, Sandy Walsh dan Jordi Amat bermain di Liga Pro Belgia. Sandy Walsh bermain sebagai bek sayap sedangkan Jordi Amat untuk .

PSSI dan masyarakat Indonesia tentu berharap agar kedua pemain tersebut, ditambah Shayne Pattynama bisa bermain membela Timnas Indonesia di mendatang.

Indonesia tergabung di A bersama Timnas , Yordania, dan Nepal.

Namun, jika proses naturalisasi itu pada akhirnya gagal atau terlambat karena hal yang tidak diinginkan, maka mau tidak mau Indonesia akan diisi oleh pemain seadanya saja.

“Para pemain ini penting untuk memperkuat timnas senior, mudah-mudahan Kemenkumham bisa segera merespon karena ini untuk kepentingan timnas kita,” kata ketua umum PSSI beberapa waktu lalu.

“Kalau gagal ya dengan pemain yang ada, ini kan naturalisasi debatable, bagi kami tergantung kebutuhan pelatih (timnas Indonesia),” tutup .