Haruna Soemitro

NOBARTV NEWS – Haruna Soemitro mengklarifikasi kepada media bahwa dirinya memang bertugas untuk menyampaikan aspirasi sebagai EXCO , namun netizen malah membully dirinya.

Haruna Soemitro tidak mengelak dengan pernyataannya kepada media yang menyudutkan Shin Tae-yong, dirinya juga masih bersikeras bahwa dirinya berada di kebenaran karena tugasnya adalah menyampaikan aspirasi, dengan tegas ia juga mengatakan bahwa yang memilih Shin Tae-yong adalah Exco bukan netizen.

“Evaluasi kan tugas saya sebagai Exco. ini yang memilih Exco bukan netizen.”

Dirinya menjelaskan bahwa Exco sangat berperan penting atas datangnya berkebangsaan Selatan yaitu Shin Tae-yong.

Dirinya menceritakan bahwa proses pergantian dari ke Shin Tae-yong diputuskan di di hadapan Exco dan Exco yang memutuskan.

“Jadi ketika ada proses pergantian dari Luis Milla ke Shin Tae Yong ini kan diputuskan di Malaysia dan dihadapan Exco dan Exco yang memutuskan,” kata Haruna Soemitro kepada Kompas.com.

Haruna Soemitro juga menjelaskan bahwa dirinya memang menjalankan tugasnya saat membuat pernyataan tersebut, namun netizen malah mengkritik dia.

“Hari ini, kemudian saya sebagai Exco menjalankan tugas kemudian dikritik, ini kan lucu,” ucapnya lagi.

Haruna Soemitro juga menyampaikan hal tersebut sesuai dengan keluhan para pelatih , bukan hanya pemikiran individunya.

“Dan saya menyampaikan sesuai yang dikeluhkan pelatih Liga 1.”

Kembali ia tekankan bahwa ia hanya menjalankan tugasnya untuk menyampaikan aspirasi, namun dia merasa netizen malah membullynya dan dia menantang netizen apabila ia disuruh diam maka ia akan diam dan duduk saja.

“Saya menyampaikan aspirasi, saya menjalankan tugas, kemudian saya di-bully,” ujar Haruna Soemitro.

“Kalau memang suruh diam, ya sudah saya diam. Mending datang duduk dan diam saja,” katanya mengakhiri.

Terlihat Haruna Soemitro tidak merasa bahwa aspirasinya , dia tetap bersikeras bahwa kritik itu demi kebaikan bahkan dia mengatakan ide dari kritik tersebut tidak hanya pemikiran individunya, ia mewakili para pelatih di Liga 1.

Mari kita nantikan bagaimana kelanjutan dari permasalahan ini.