Gara-gara Arhan, Petinggi Tokyo Verdy Ingin Kembangkan Bisnis di Indonesia
Pemain muda , Pratama

NOBARTV NEWS – Klub kasta kedua , semakin populer di Indonesia. Kepopulerannya tak lepas dari pengaruh pemain , Pratama Arhan.

Sejak diumumkannya transfer Arhan dari PSIS Semarang ke Tokyo Verdy, follower klub yang berdomisili di kota Tokyo itu semakin menanjak. Bahkan, followernya mampu menyalip pengikut klub kasta pertama Liga Jepang, Visel Kobe. Untuk diketahui, Visel Kobe adalah klub yang diperkuat oleh mantan pemain dan , Andreas Iniesta.

Hal ini (popularitas) dimanfaatkan oleh Tokyo Verdy dengan sebaik mungkin.

Dalam salah satu sambutannya ketika memperkenalkan Arhan di beberapa waktu lalu, CEO Tokyo Verdy mengungkapkan keinginannya untuk berekspansi ke Indonesia.

“Seperti yang kalian ketahui bahwa instagram Verdy followernya bertambah banyak sejak bergabungnya Arhan,” ujar Takaaki Nakamura, CEO Tokyo Verdy.

“Di Jepang banyak klub-klub sepak bola tapi sampai sekarang softball masih menjadi olahraga yang paling terkenal di Jepang,” lanjutnya.

Nakamura ingin membuka cabang di Indonesia. Mengingat follower Verdy sebagai besar adalah anak-anak muda Indonesia, maka pasar yang akan ditawarkan Verdy diprediksi mampu menyerap minat anak-anak muda tersebut.

“Saya rasa anak muda ini akan menjadi market yang baik dan Tokyo Verdy rencananya akan memperluas cabangnya ke Indonesia,” jelas Nakamura lagi.

Nakamura mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa perusahaan asal Indonesia. Nantinya, Tokyo Verdy akan mengembangkan bisnis dengan perusahaan tersebut berupa pertukaran atlet.

CEO Tokyo Verdy itu ingin mencetak pemain-pemain berkualitas di Indonesia. Sehingga program kerjasama tersebut akan menjadi fokus utamanya.

“Tokyo Verdy sudah melakukan diskusi dengan beberapa perusahaan di Indonesia terhadap bisnis sebagai contoh pertukaran atlet.”

Dengan demikian, bukan hanya Pratama Arhan yang akan hijrah ke Jepang untuk beberapa tahun ke depan. Diprediksi, dengan kerjasama tersebut, akan lebih banyak lagi bibit-bibit muda Indonesia yang bermain di luar negeri.

Akan lebih baik jika mereka mampu bersaing hingga mendapat kontrak dari klub Liga 1 Jepang. Namun, jika membandingkan kompetisi domestik () dengan kasta kedua Liga Jepang, rasanya lebih baik ke Jepang meski hanya bermain di kasta yang lebih rendah.

“Saya sudah berdiskusi dengan mereka dan saya akan bekerjasama dengan mereka untuk kedepannya dan mencetak pemain-pemain sepak bola yang handal, itu rencana saya,” tutup Nakamura.