Fakta Pelatih Baru Vietnam: Seorang Mualaf yang Pernah Dipermalukan Indonesia di Piala Asia 2004

Fakta Pelatih Baru Vietnam: Seorang Mualaf yang Pernah Dipermalukan Indonesia di Piala Asia 2004

NOBARTV NEWS (Federasi Sepak Bola Vietnam) dikabarkan telah memilih suksesor Park Hang-seo sebagai Timnas Vietnam. Adalah Philippe Troussier, pria berkebangsaan Prancis itu diminta menggantikan posisi PHS yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Menariknya, pada tahun 2004 lalu, Troussier pernah dikalahkan ketika menukangi Timnas Qatar.

“Park Hang-seo telah mengucapkan selamat tinggal pada sepak bola Vietnam setelah lima tahun dengan banyak kesuksesan besar,” tulis Soha VN.

kuis tebak skor 21 s/d 23 Januari

 

dengan cepat menemukan nama untuk menggantikan asal Korea Selatan tersebut,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Philippe Troussier bukan nama baru di sepak bola Asia. Ia pernah menukangi dua Asia sebelumnya yakni Timnas Qatar dan . Selain Asia, ia juga sempat berganti tim di wilayah Afrika. Tercatat, Philippe pernah mengarsiteki beberapa tim Afrika seperti Timnas Burkina Faso, Afrika Selatan, hingga Maroko.

Dipilihnya Philippe sebagai Vietnam sebetulnya bukan hal mengejutkan. Sebab sebelumnya ia pernah menjabat sebagai manajer tim (B-19) Vietnam pada 2019.

Berita Terkait:  Klub Indonesia Minati Pelatih Timnas Vietnam Park Hang-seo

Dijuluki Penyihir Putih

Karir kepelatihan yang mentereng membuat Philippe Troussier dijuluki sebagai penyihir putih. Julukan tersebut sebanding dengan prestasi yang sudah ia raih. Philippe pernah membawa tiga Afrika yang ia besut ke Piala Dunia. Tiga tersebut adalah Pantai Gading, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Adapun ketika membesut negara Asia, sang penyihir putih mampu membawa keluar sebagai Piala Asia tahun 2000. Ia juga memimpin tim yang sama untuk tampil di Piala Dunia 2002. Sedangkan di tim junior , Philippe pernah membawa Timnas U-20 sebagai runner-up di Piala Dunia U-20 pada tahun 1999.

Pernah Dipermalukan Timnas Indonesia

Menariknya, meski mampu membawa negara-negara yang ditukanginya meraih prestasi positif, namun ia juga pernah bernasib tragis.

Pada fase grup Piala Asia 2004, saat itu tim yang ditukanginya Timnas Qatar dipermalukan oleh Timnas Indonesia. Dua gol masing-masing dari dan Ponaryo Astaman hanya mampu dibalas dengan satu gol oleh anak asuhnya. Kabarnya, tak lama setelah kekalahan itu, ia diberhentikan sebagai pelatih Timnas Qatar.

Berita Terkait:  Sempat Tertinggal, Berikut Fakta Menarik Laga Indonesia vs Timor Leste Semalam

Menjadi Mualaf ketika Masih Menukangi Timnas Maroko

Pada bulan Juli tahun 2005, Philippe membesut Timnas Maroko selama beberapa bulan. Di tahun itu pula, Philippe memilih untuk pindah keyakinan. Ia resmi memeluk Islam (mualaf). Ia juga memiliki nama muslim yakni ‘Omar.’

“Awalnya, saya tidak ingin menunjukkan keislaman saya dan keluarga. Saya ingin menjaga perasaan saya sendiri,” katanya.

Join situs Komunitas Fans Bola NOBARTV.CO.ID - Ada beragam Kuis Tebak Skor (KTS) setiap akhir pekan & even berhadiah jutaan rupiah setiap bulannya [ DAFTAR ]. Cek informasi lebih lanjut : cara mendapatkan poin, klasemen poin bulan ini , pemenang even Oktober

Related Articles

Responses