Fachruddin Terancam Dicoret dari Skuad Jelang Bergulirnya SEA Games 2021

NOBARTV NEWS baru saja menyelesaikan pemusatan latihan di Korea Selatan. Mereka telah menjalani tiga laga ujicoba sebelum berangkat menuju . Dari 3 laga ujicoba tersebut, Timnas Indonesia hanya meraih 1 kali kemenangan dan dua kali menelan kekalahan.

Untuk mendatang, panitia hanya memberi kuota 20 pemain untuk diikutsertakan dalam turnamen tersebut. Tiga di antaranya diperbolehkan berusia di atas 23 tahun atau disebut juga ‘kuota pemain senior.’

Timnas Indonesia sendiri memiliki empat pemain senior yang mengikuti pelatnas sejak kemarin. Mereka adalah Fachrudin Aryanto, Ricky , Irfan Jaya, dan .

Dua di antara pemain senior tersebut yakni Irfan Jaya dan Ricky Kambuaya sukses mencetak gol pada laga uji coba kemarin. Irfan Jaya total mencetak 2 gol sedangkan Ricky Kambuaya dengan 1 gol.

Di antara ke-empat pemain tersebut, diperkirakan pemain yang akan terbuang adalah posisi bek yakni posisi yang ditempati oleh Fachruddin Aryanto. Di posisi tersebut,, Timnas Indonesia memiliki dua bek tengah yang merupakan tulang punggung Timnas Indonesia di kemarin yaitu Rizky Ridho dan Alfeandra Dewangga.

Mengingat Timnas Indonesia pada laga uji coba (3 kali) kemarin dibobol sebanyak 7 kali, maka itu menunjukkan lini pertahanan yang dijaga Fachrudin sedang tidak baik-baik saja.
Serta secara kebetulan, Shin Tae-Yong memiliki opsi pemain yang lebih segar dan muda, maka nama Fachruddin hampir pasti untuk disingkirkan.

Di kesempatan lainnya, Shin Tae-Yong mengungkapkan pasukannya sudah jauh lebih baik setelah melakukan beberapa uji coba tersebut. Meski mengalami dua kali kekalahan, Timnas Indonesia telah menunjukkan peningkatan performa dan kualitas.

“Saya akan mencoba mengeluarkan kekuatan para pemain di Vietnam nanti. Saya masih berusaha semoga bisa. Saya akan melakukan yang terbaik,” ujar Shin Tae-yong.

Pengamat sepakbola asal Makassar, Herman Kadiaman berujar kepada awak media bola.com,

“Selain kualitas teknik dan fisik, peran pemain senior dalam¬†¬†adalah pengalaman. Apalagi, ciri khas permainan timnas di era Shin Tae-yong lebih menonjolkan high pressing,” ujar Herman Kadiaman.