Exco PSSI : Naturalisasi Tidak Akan Bunuh Cita-cita Anak Muda Indonesia
ketika beraksi dengan timnya

NOBARTV NEWS – Salah satu Exco PSSI akhirnya buka suara terkait proses naturalisasi empat pemain yang saat ini dibutuhkan Indonesia. Menurutnya, proses naturalisasi tersebut tidak akan membunuh cita-cita jutaan anak muda Indonesia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, empat nama santer diberitakan akan segera berseragam merah putih. Ke-empatnya adalah , , , dan Ragnar Oratmangoen. Namun, hingga berita ini dimuat, baru dua nama yang sudah menyerahkan dokumen administrasi secara lengkap. Mereka adalah Sandy Walsh dan Jordi Amat.

Demi mengejar rangking 150 besar hingga akhir tahun ini, memang sangat membutuhkan kemenangan demi kemenangan agar poin yang didapatkan mampu mendongkrak posisinya. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-160 . Maka, demi menambah daya gedor dan daya tahannya, Timnas Indonesia membutuhkan pemain keturunan Indonesia yang saat ini membela klub Eropa. Pengalaman mereka dibutuhkan demi meraih target yang sudah ditetapkan PSSI.

Di samping itu, PSSI melalu exconya yakni menjelaskan kalau proses naturalisasi tersebut tidak akan mempersempit jalan anak muda Indonesia untuk membela tanah airnya. Bahkan, coach Shin pada awalnya tidak memiliki niat untuk melakukan naturalisasi. Namun, setelah asal Selatan itu melihat kualitas pemain kita, sejak saat itulah tercetus keinginan untuk melakukan proses naturalisasi tersebut.

Pemain-pemain yang direncanakan untuk dinaturalisasi pun murni keinginan Shin Tae-Yong guna mendongkrak kualitas tim. Tidak ada campur tangan PSSI atau pihak lain dalam menentukan materi pemain yang dibutuhkan.

“Berarti kan bukan pemain kacangan (yang dinaturalisasi), pasti┬áskill-nya di atas pemain kita, itu yang kita butuhkan. Bukan keturunan dari luar, tapi skill-nya sama kaya pemain kita, itu kan ada juga!” Ujar Hasan Abdulgani.

Baginya (Hasan Abdulgani), hal itu (naturalisasi) tidak akan membunuh niat, cita-cita, keinginan jutaan anak muda Indonesia. Jika memang berkompeten, semuanya berhak membela tim nasional Indonesia.

“Ada orang khawatir pemain keturunan segala macam, kan empat orang ini tidak membunuh jutaan anak-anak Indonesia. Empat-lima orang kan tidak membunuh mimpi jutaan anak Indonesia,” tutupnya.