Haruna Soemitro
Haruna Soemitro

NOBARTV NEWS – Shin Tae-Yong kini masih menjadi bayang-bayang jaman Luis Milla, memberi penampilan yang berbeda namun tetap dianggap yang belum bisa memberikan gelar .

bersama Shin Tae-Yong bermain dengan sangat baik, para pemain yang bermain di lapangan mempunyai semangat juang tanpa menyerah dan hal itu terbukti di Piala saat itu Indonesia meraih runner up karena kalah di babak melawan .

Masyarakat Indonesia yang mendukung penuh perkembangan Timnas Indonesia ini di sisi lain ada juga yang mengharapkan Shin Tae-Yong dapat segera memberikan gelar untuk Indonesia, hal itu juga dijelaskan oleh Exco PSSI yaitu Haruna Soemitro.

“Sebenarnya, ini sama kondisinya dengan mau perubahan dari Luis Milla ke Shin Tae Yong,” ucap Haruna Soemitro.

Saat itu ada yang pro dan kontra. Yang pro menilai Luis Milla menunjukkan permainan yang bagus, gaya main sesuai postur pemain Indonesia dan mentalitas yang apik, tak mudah menyerah.

Di sisi lain, yang kontra alasannya logis. Luis Milla dianggap pelatih yang sama saja dengan pelatih-pelatih Indonesia sebelumnya, karena tak bisa mempersembahkan gelar juara di level Asia Tenggara.

“Kalau cuma runner up, ya sebenarnya Shin Tae Yong ini sama saja dengan yang lain. Namun, karena hampir juara ya kami berharap bisa juara selanjutnya, karena ada ekspektasi masyarakat yang besar,” terang Haruna.

Karena itu, dalam hasil diskusi serta rapat evaluasi Timnas Indonesia, ditegaskan target ke Shin Tae Yong bahwa pada 2022 ini ada dua gelar yang harus diraih.

dan Piala AFF 2022 harus juara. Mudah-mudahan, tahun 2022 ini tahunnya Shin Tae Yong untuk bisa memberikan dua gelar,” harap pria yang pernah jadi Manajer itu.

Di sisi lain Shin Tae-Yong mengatakan kepada media bahwa dirinya tidak fokus terhadap juara, dirinya fokus kepada merubah sistem permainan Indonesia.

“Sebenarnya saya ke Indonesia untuk mengubah sistem sepak bolanya. Daripada terlalu menitikberatkan pada prestasi. Saya berpikir akarnya harus kuat, agar ke atasnya juga kuat,” ujar Shin Tae Yong.

“Tidak bisa hanya membebankan prestasi di kancah senior kepada pelatih. Sebelum saya masuk, Indonesia adalah tim dengan rata-rata pemain tertua di Asia Tenggara. Tapi sekarang di tangan saya rata-ratanya 21,5 tahun. Tim seniornya rata-rata berumur 21,5 tahun. Saya benar-benar merekrut pemain-,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

“Karena saya bukanlah orang yang akan terus berada di sana. Bagaimanapun saya harus menempa pemain muda dan mengubah sistemnya. Saya berusaha membuat tim dengan pemikiran seperti itu,” ujar Shin Tae Yong.