Dua Negara Tetangga, Vietnam dan Malaysia Tiru Taktik yang Biasa Dilakukan STY
Pelatih Timnas , Kim Pan-Gon

NOBARTV NEWS – Dua tetangga Indonesia yakni Timnas Malaysia dan mengikuti taktik yang biasa digunakan Shin Tae-yong ketika melatih Timnas Indonesia. Yaitu dengan memanggil pemain naturalisasi demi menambah daya gedor antar lini.

Sebelumnya, PSSI sudah mengajak beberapa pemain keturunan untuk dinaturalisasi menjadi WNI. Dengan begitu, asuhan Shin Tae-yong dihiasi oleh para pemain yang berkarir di luar negeri.

Seperti yang telah diketahui, Timnas Indonesia tidak menjalani laga Matchday bulan Maret ini. Keputusan Shin Tae-yong untuk tidak menjalankan laga sudah final. Shin Tae-yong beralasan kesibukannya dalam menangani Timnas dari kelompok umur hingga senior menjadi alasannya. Ia tidak fokus dalam menangani semuanya.

Sedangkan dua negara tetangga, Malaysia dan Vietnam berpacu demi meraih hasil maksimal. Keduanya sama-sama memanggil pemain naturalisasi demi menambah daya juang pemainnya. Jadi, kedua tim tersebut lebih dulu menerapkan taktik yang tercetus oleh Shin Tae-yong sendiri.

Dijadwalkan, Timnas Malaysia akan melakoni dua laga kali ini. Malaysia akan berhadapan dengan Timnas pada tanggal 23 Maret mendatang – dan Singapura pada tanggal 26.

Sedangkan Vietnam akan menjalani putaran ketiga Piala Dunia dengan menghadapi dua tim berbeda.

Pada tanggal 24 Maret mendatang, Vietnam akan melawan Timnas Oman dan 5 hari sesudahnya mereka akan berhadapan dengan tim raksasa , Jepang.

Timnas Vietnam mengikuti langkah yang digunakan Shin Tae-yong dengan memanggil pemain naturalisasinya.

Pelatih Vietnam, Park Hang-seo meminta bek berdarah , Adriano Schmidt untuk bergabung dengan tim. Perawakan besar nan tinggi membuat Park Hang-seo membutuhkan jasanya demi mengimbangi pemain Oman yang bertubuh besar.

Sedangkan pelatih anyar Malaysia, Kim Pan-gon telah memanggil 30 nama untuk mengikuti laga FIFA Matchday kali ini.

Mereka adalah Mohammadou Sumareh, Dion Cools, Quentin Cheng, Dominic Tan, Khair Jones, Liridon Krasniqi dan Corbing Ong.

Hal ini bertolakbelakang dengan Timnas Indonesia yang tak memiliki persiapan apapun di bulan Maret ini. Alhasil, Timnas Indonesia senior harus mengalah demi skuad Indonesia .